Laporkan Masalah

Collaborative Governance Dalam Komisi Penanggulangan AIDS Daerah Istimewa Yogyakarta

NABELLA EKA WARDANI, Prof.Dr. Muhadjir Muhammad Darwin, M.P.A.

2019 | Skripsi | S1 MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK

Permasalahan HIV & AIDS yang ada di DIY sudah menjadi permasalahan yang sangat mengkhawatirkan untuk segera ditanggulangi, karena terhitung pada akhir tahun 2005, DIY sudah memasuki pada tahap concentrate epidemic level. Hal ini yang kemudian mendorong terjadinya kolaborasi antara pemerintah dan juga LSM terkait, mengingat isu HIV & AIDS merupakan isu yang sangat berat dan tidak bisa apabila dibebankan pada satu pihak saja, dan tentu membutuhkan kerjasama yang terstruktur dari pihak-pihak yang terlibat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat proses kolaborasi dan melihat faktor-faktor yang menjadi pendorong dan penghambat dalam collaborative governance yang ada di KPA DIY. Proses pengumpulan data dilakukan dengan cara mewawancarai pihak-pihak terkait yang ada di beberapa lembaga yang tergabung di KPA DIY diantaranya adalah Dinas Kesehatan DIY, Dinas Sosial DIY, LSM Kebaya, dan LSM Vitcory Plus. Data yang diperoleh dari proses wawancara kemudian ditranskrip dan dianalisis. Hasil analisis yang diperoleh dipergunakan untuk melihat bagaimana proses kolaborasi yang ada di KPA DIY, faktor-faktor yang mempengaruhi baik itu menghambat atau mendukung proses collaborative governance. Hasil analisis tersebut berguna untuk melihat bagaimana proses kolaborasi yang terjalin diantara masing-masing stakeholder yang ada, dan kemudian digunakan untuk mengatasi hambatan yang muncul dalam proses kolaborasi.

The problem HIV & AIDS in DIY have been a very worrying problem to immediately address, because count in the end of 2005, DIY had entered at the concentrate epidemic level. This the ecncourages collaboration between government and NGOs, considering the issue of HIV & AIDS is an issue that very heavy and cannot be imposed in when a side, and of course requires cooperation structure of the parties. The purpose of this research is to look at the collaboration and see the factors that encourage inhibitors in collaborative governance in KPA DIY. The data collection process done by means of interviews with related parties in some institutions which of them are joined in KPA DIY, Yogyakarta Health Department, Yogyakarta Social Department, Kebaya NGOs, and Victory Plus Yogyakarta. the data obtained from the process of interview then transcribed and analyzed. The resultd of the analysis obtained to be used to see the collaborations in KPA DIY, factors that affects whether is hinder or support the process collaborative governance. The results of the analysis are useful to see the collaboration between of each stakeholders, and then used for constraints who appeared in the process of collaboration.

Kata Kunci : Collaborative Governance, Proses Kolaborasi, KPA DIY, LSM, Dinas Kesehatan DIY, Dinsos DIY

  1. S1-2019-384105-abstract.pdf  
  2. S1-2019-384105-Bibliography.pdf  
  3. S1-2019-384105-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-384105-title.pdf