Laporkan Masalah

ANALISIS KALIMAT MAJEMUK SUBORDINATIF DENGAN CONJUNCTIVE ENDING KAUSAL -ASEO, -NIKKA , DAN -NEURAGO

NOFIKA DEWI SHALIHA, Hwang Who Young, M.A.

2019 | Skripsi | S1 BAHASA DAN KEBUDAYAAN KOREA

Dalam bahasa Korea hubungan sebab-akibat dinyatakan dengan conjunctive ending kausal, antara lain -aseo, -nikka, dan -neurago. Ketiga conjunctive ending tersebut memiliki makna yang sama, tetapi karakteristiknya berbeda. Hal tersebut membingungkan bagi orang Indonesia yang mempelajari bahasa Korea sehingga mereka sering melakukan kesalahan dalam penggunaannya. Berdasarkan hal itu, penelitian ini mengkaji kalimat yang menggunakan ketiga conjunctive ending kausal tersebut untuk menunjukkan persamaan dan perbedaannya. Untuk memperlihatkan persamaan dan perbedaan, ketiga conjunctive ending kausal diteliti dari subjek, predikat, kala, negasi, dan jenis kalimatnya. Objek penelitian ini adalah kalimat yang menggunakan conjunctive ending kausal -aseo, -nikka, dan -neurago. Data diambil dari ujian TOPIK (Test of Proficiency in Korean) ke-35, 36, 37, 41, 47, 52, dan 60. Data dianalisis dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dan deskriptif. Meskipun maknanya sama, hal yang membedakan penggunaan conjunctive ending -aseo, -nikka, dan -neurago terletak pada perbedaannya. Berdasarkan subjeknya, -aseo dan -nikka dapat dipakai dalam kalimat yang subjek klausa utama (KU) dan subjek klausa subordinatif (KS)-nya berbeda, sedangkan -neurago tidak bisa demikian. Berdasarkan predikat klausa subordinatifnya, -aseo dan -nikka dapat dipakai dalam kalimat yang predikat KS-nya berupa adjektiva dan nomina-ida, sedangkan -neurago tidak dapat demikian. Dari segi kala, terdapat 3 perbedaan. Pertama, -aseo dan -neurago bisa dipakai dalam kalimat yang KU-nya memiliki kala lampau, sedangkan -nikka tidak dapat demikian. Kedua, -aseo dan -nikka dapat digunakan dalam kalimat yang KU-nya memiliki kala akan datang, sedangkan -neurago tidak bisa demikian. Ketiga, -nikka dapat berubah bentuk jika dilekatkan pada predikat KS yang memiliki kala lampau, kala kini, dan kala akan datang, sedangkan -aseo dan -neurago tidak dapat berubah bentuk. Berdasarkan negasi yang muncul, ada 3 perbedaan. Pertama, -aseo dan -nikka dapat digunakan dalam kalimat yang KU-nya menggunakan negasi an, sedangkan -neurago tidak bisa demikian. Kedua, -nikka dapat digunakan dalam kalimat yang KU-nya menggunakan negasi malda, sedangkan -aseo dan -neurago tidak dapat demikian. Ketiga, -aseo dan -nikka bisa digunakan dalam kalimat yang KS-nya menggunakan negasi an dan mot, sedangkan -neurago tidak bisa demikian. Berdasarkan jenis kalimatnya, -nikka bisa digunakan dalam kalimat imperatif dan persuasif, sedangkan -aseo dan -neurago tidak dapat demikian.

In Korean a causal relationship is expressed by a causal conjunctive ending, including -aseo, -nikka, and -neurago. The three conjunctive endings have the same meaning, but the characteristics are different. This is confusing for Indonesians who learn Korean so they often make mistakes in their use. Based on this, this research examines sentences using these three causal conjunctive endings to show their similarities and differences. To show equality and difference, the three causal conjunctives ending are examined from the subject, predicate, tense, negation, and type of sentence. The object of this research is sentences that use causal conjunctive ending -aseo, -nikka, and -neurago. Data is taken from 35th, 36th, 37th, 41th, 47th, 52th, and 60th TOPIK (Test of Proficiency in Korean). Data were analyzed using qualitative and descriptive research methods. Although the meaning is the same, the thing that distinguishes the use of conjunctive endings -aseo, -nikka, and -neurago lies in the differences. Based on the subject, -aseo and -nikka can be used in sentences where the main clause subject and subordinate clause subject are different, while -neurago cannot. Based on the subordinate clause predicate, -aseo and -nikka can be used in sentences whose subordinate clause predicate is adjectives and noun-ida, while -neurago cannot. In terms of tense, there are 3 differences. First, -aseo and -neurago can be used in sentences that main clause have past tense, while -nikka cannot. Second, -aseo and -nikka can be used in sentences that main clause have future tense, while -neurago cannot. Third, -nikka can change it shape if it is attached to the subordinate clause predicate that has a past tense, present tense, and future tense, while -aseo and -neurago cannot change it shape if it is attached to the subordinate clause predicate. Based on the negation that appears, there are 3 differences. First, -aseo and -nikka can be used in sentences where the main clause use negation an, whereas -neurago cannot. Second, -nikka can be used in sentences that main clause use the negation malda, whereas -aseo and -neurago cannot. Third, -aseo and -nikka can be used in sentences where the subordinate clause use negation an and mot, whereas -neurago cannot. Based on the type of sentence, -nikka can be used in imperative and persuasive sentences, while -aseo and -neurago cannot.

Kata Kunci : conjunctive ending, -aseo, -nikka, -neurago, subjek, predikat, kala, negasi, jenis kalimat

  1. S1-2019-334849-abstract.pdf  
  2. S1-2019-334849-bibliography.pdf  
  3. S1-2019-334849-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-334849-title.pdf