Analisis Keterkaitan Sektor Industri Pengolahan dan Pengaruhnya Terhadap Perekonomian Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta
DINDA SEPTIANA Y, Dr. Andri Kurniawan, S.Si., M.Si.
2019 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAHPeran suatu sektor perekonomian terhadap PDRB menggambarkan kondisi perekonomian suatu wilayah. Besarnya kontribusi sektor pada PDRB D.I Yogyakarta akan berpengaruh terhadap sektor lainnya karena antar sektor tersebut saling berkaitan. Pada PDRB D.I Yogyakarta, sektor industri pengolahan memiliki nilai kontribusi yang cukup besar sehingga dapat dijadikan sebagai leading sector bagi sektor perekonomian lainnya. Maka untuk meningkatkan pembangunan pada sektor industri pengolahan D.I Yogyakarta diperlukan sektor lainnya yang memiliki keterkaitan dan dampak yang besar pada sektor industri pengolahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keterkaitan sektor industri pengolahan, dampak penyebaran sektor industri pengolahan, dan dampak sektor industri pengolahan dalam pertumbuhan ekonomi, peningkatan pendapatan dan peningkatan kesempatan kerja dengan sektor perekonomian wilayah di D.I Yogyakarta. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Tabel Input Output D.I Yogyakarta Tahun 2010 dengan klasifikasi 9 sektor. Pengolahan data menggunakan Microsoft Excel. Analisis data menggunakan analisis keterkaitan, analisis dampak penyebaran dan analisis dampak pengganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan analisis keterkaitan, sektor industri pengolahan memiliki keterkaitan ke depan yang tinggi dengan sektor perdagangan, hotel dan restoran, sektor konstruksi dan sektor jasa. Sektor industri pengolahan memiliki keterkaitan ke belakang yang tinggi terhadap sektor pertanian, sektor perdagangan, hotel dan restoran, sektor pengangkutan dan komunikasi. Berdasakan analisis dampak penyebaran, sektor industri pengolahan memiliki nilai kepekaan penyebaran 1,1639 dan koefisien penyebaran 1,2934 lebih besar dari satu, sehingga sektor industri pengolahan merupakan sektor yang mampu mempercepat peningkatan perekonomian wilayah dengan mendorong pertumbuhan sektor hilir serta mampu menarik pertumbuhan sektor hulu. Berdasarkan analisis dampak pengganda, sektor industri pengolahan memiliki angka pengganda ouput pada peringkat kedua sebesar 2,0240, angka pengganda pendapatan pada peringkat kelima sebesar 0,2156, dan angka pengganda tenaga kerja pada peringkat keempat sebesar 0,0258. Sektor industri pengolahan memiliki angka pengganda output termasuk tinggi yang menunjukkan kemampuan dalam meningkatkan output bagi sektor industri pengolahan dan sektor perekonomian lainnya cukup besar. Apabila dilihat dari angka pengganda pendapatan dan tenaga kerja, sektor industri pengolahan memiliki dampak dalam meningkatkan pendapatan dan kesempatan kerja walaupun dampaknya tidak terlalu besar. Sektor industri pengolahan dalam meningkatkan pendapatan dan kesempatan kerja masih terbilang rendah.
The role of the sector in the Gross Regional Domestics Bruto illustrates the economic condition of a region. The contribution of each sector in D.I Yogyakarta Gross Regional Domestics Bruto will affect other sectors because the sectors are related. The manufacturing industry has a large contribution in D.I Yogyakarta Gross Regional Domestics Bruto so that it can be used as the leading sector for other economic sectors. Development the manufacturing industry in D.I Yogyakarta requires other sectors that have linkage and large impact on the manufacturing industry. The purpose of this study was to determine the linkages of the manufacturing industry, the spread impact of the manufacturing industry, and the impact of the manufacturing industry for the economic growth, increase income and increase job opportunities with the others economic sectors in D.I Yogyakarta. This research was conducted using the Input Output Table of D.I Yogyakarta in 2010 with a classification of 9 sectors. Processing data uses Micorosoft Excel. Data analysis uses linkage analysis, impact analysis and multiplier analysis. The results showed that the manufacturing industry has a high forward linkages with the trade, hotel and restaurant, construction and services. While the manufacturing industry has a high backward linkages with the agriculture, trade, hotels and restaurants, transportation and communication. The manufacturing industry has a value of sensitivity on dispersion 1.1639 and the coefficient on dispersion 1.2934 greater than one, so it can be said that the manufacturing industry can accelerate regional economic development by encouraging the growth of the downstream sector and being able to attract growth in the upstream sector. The manufacturing industry has the output multiplier in the second rank 2.0240, the income multiplier in the fifth rank 0.2156, and the labor multiplier in the fourth rank 0.0258. The manufacturing industry has high output multiplier. The manufacturing industry has impact to increase income and job opportunities even though its impact is not too large. The manufacturing industry has low impact to increasing income and employment.
Kata Kunci : Industri Pengolahan, Keterkaitan, Perekonomian Wilayah, Input Output