PENGORGANISASIAN MASYARAKAT SIPIL DALAM MELAKUKAN PENOLAKAN TERHADAP PEMBANGUNAN HOTEL DI YOGYAKARTA
ANGGI ABDUL HAKIM, Dr. Falikul Isbah, G.D.Soc.,M.A.
2019 | Skripsi | S1 SOSIOLOGIMasifnya pembangunan hotel di Yogyakarta memunculkan berbagai gerakan sosial masyarakat sipil yang melakukan penolakan terhadap pembangunan tersebut. Skripsi ini membahas tentang dinamika pergerakan masyarakat sipil yang bertempat tinggal di sekitar hotel yang melakukan kontestasi ruang dengan 3 hotel di Kota Yogyakarta dan menggunakan konsep dari Henri Lefebvre mengenai " The Social Production of Space". Munculnya gerakan masyakarat sipil dalam melakukan penolakan ini bermula dari dampak negatif yang mereka rasakan dari pembangunan hotel. Selain masyarakat sipil yang bergerak dengan cara melakukan aksi secara langsung, terdapat berbagai pihak yang ikut dalam melakukan penolakan hotel. Seperti beberapa seniman dan juga musisi jalanan, mereka terlibat dalam aksi mural serta pembuatan film dokumenter. Tetapi dari gerakan-gerakan tersebut tidak ada konsolidasi pengorganisasian yang kuat antara satu dengan yang lain. Kurang kuatnya pengorganisasian dan konsolidasi dalam melakukan gerakan penolakan terhadap pembangunan hotel membuat ketiga desa bergerak secara sendiri-sendiri dan fokus kepada wilayah masing-masing. Hal tersebut membuat penolakan pembangunan hotel dari masing-masing desa tidak maksimal. Tidak maksimalnya penolakan terhadap pembangunan hotel terjadi karena terdapat berbagai tekanan dari pihak hotel dan masyarakat yang mendukung pembangunan hotel tersebut. Hal ini berdampak terhadap gerakan-gerakan yang tidak berkelanjutan dan hanya bergerak ketika mereka merasakan keresahan yang ditimbulkan oleh adanya pembangunan hotel di sekitar tempat tinggal mereka.
The massiveness of hotel construction in Yogyakarta brings the various social movements of civil society to reject the hotel projects. This study aims to discuss the social movements dynamics of civil society who live around the hotel and do the contestation of social space with 3 hotels in Yogyakarta using Henri Lefebvre concept regarding "The Social Production of Space". The rising rejection movement from civil society starts from negative impacts they felt because of the hotel construction. Besides of the civil society who took the real action directly, various parties are joined to reject the hotel projects too. Some artists and street musicians are involved in mural acts and documentary films in order to do the rejection of hotel projects. However, there is no powerful organizational consolidation from every social movement. The lack of organizing and consolidation for the rejection movement of hotel projects, made three villages act individually and focus on their own regions. This condition made the rejection movement for hotel projects were not optimal due to pressures from hotels and communities who support the construction of hotels. This condition created unsustainability movements and the civil society will do the movements if they feel the restlessness caused by the hotel construction around their residence.
Kata Kunci : Masyarakat sipil, gerakan sosial, pembangunan hotel, kontestasi ruang sosial