PERSEPSI MASYARAKAT DESA TAMBORA TENTANG KAWASAN TAMAN NASIONAL TAMBORA
ADE ALFATHIR RIZAL, Kristiani Fajar Wianti, S.Hut., M.Si.
2019 | Skripsi | S1 KEHUTANANStatus kawasan Taman Nasional Tambora sebelumnya merupakan Cagar Alam, Suaka Margasatwa, dan Taman Buru. Konflik masyarakat dengan pengelola Taman Nasional Tambora (RP TN Tambora), menandakan kurangnya dukungan masyarakat terhadap keberadaan Taman Nasional Tambora. Salah satu yang mempengaruhi dukungan masyarakat adalah persepsi masyarakat tentang kawasan Taman Nasional Tambora. Sehingga perlu dilakukan penelitian ini yang bertujuan mengetahui persepsi masyarakat Desa Tambora tentang Kawasan Taman Nasional Tambora dan persepsi masyarakat Desa Tambora tentang kawasan Taman Nasional Tambora berdasarkan karakteristiknya. Metode penelitian menggunakan metode survei dan teknik pengumpulan data dengan cara wawancara, menggunakan instrumen penelitian berupa kuesioner. Analisis data dengan mengklasifikasikan total skor dari kuesioner kedalam tiga tingkat persepsi yaitu persepsi tinggi, persepsi sedang, dan persepsi rendah. Hasil penelitian persepsi masyarakat tentang kawasan Taman Nasional Tambora diperoleh persepsi masyarakat sebagian besar tingkat persepsi sedang yaitu 57,7 %. Sebagian besar masyarakat Desa Tambora masyarakat memahami dengan baik manfaat dari kawasan tetapi masih menganggap dapat memanfaatkan kawasan secara bebas (seperti: mengambil kayu, berburu, ataupun bercocok tanam), masyarakat memahami pengelola hanya melibatkan masyarakat pada golongan tertentu, dan masyarakat kurang memahami tujuan pengelolaan dari Taman Nasional Tambora. Masyarakat Desa Tambora dengan tingkat persepsi rendah adalah masyarakat dengan bentuk interaksi berburu, mencari kayu bakar, rekreasi, dan dengan tingkat pendidikan dasar. Masyarakat dengan tingkat persepsi sedang dan rendah, perlu dilakukan peningkatan pemahaman dan pengetahuan tentang kawasan Taman Nasional Tambora, karena masyarakat dengan persepsi sedang dan rendah masih beranggapan dapat memanfaatkan kawasan secara bebas, sehingga perlu memberikan sosialisasi tentang kawasan Taman Nasional Tambora pada masyarakat dengan karakteristik tersebut.
Tambora National Park was previously a Nature Reserve, Wildlife Reserve, and Hunting Park. The Conflict between the society and the manager of the Tambora National Park (RP TN Tambora, indicates a lack of society support for the existence of the Tambora National Park. One of the factors affecting society support is the public perception of the Tambora National Park area. So it is necessary to do this research which aims to find out the perception of the society of Tambora Village about Tambora National Park and according to its characteristics. The research used the survey method, data collected by using the research instrument in the form of a questionnaire. Data analysis by classifying the total score from the questionnaire into three levels of perception, namely high perceptions, moderate perceptions, and low perceptions. The results of the study of public perceptions of the Tambora National Park area were obtained by the society's perception that most of the perceptions were moderate at 57.7%. Most of the people of Tambora Village understand well the benefits of the region but still consider being able to use the area freely (such as: taking wood, hunting, or farming), the society understands the manager only involves the society in certain groups, and the society does not understand the management objectives of Tambora National Park. Communities with moderate and low levels of perception need to increase understanding and knowledge of the Tambora National Park, because people with moderate and low perception still assume that they can use the area freely, so they need to provide information on the Tambora National Park area on the characteristics of the community.
Kata Kunci : Desa Tambora, Persepsi, Taman Nasional Tambora/Tambora Village, Perception, Tambora National Park