Laporkan Masalah

PERGESERAN FUNGSI PEMBERDAYAAN MENJADI PENCARIAN KEUNTUNGAN MATERIIL DALAM PROGRAM KELOMPOK USAHA BERSAMA (STUDI KASUS PELAKSANAAN KELOMPOK USAHA BERSAMA TOKO IMPIAN DI DESA BANGUNJIWO, KECAMATAN KASIHAN, KABUPATEN BANTUL)

Wikantyasto Wiryawan, Dra. Agnes Sunartiningsih, M.S

2019 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN

Kelompok Usaha Bersama (KUBE) merupakan salah satu program pengentasan kemiskinan di Indonesia. Program ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin melalui kegiatan usaha bersama dari para penerima manfaat. Melalui KUBE, pemerintah berharap manfaat yang dihasillkan dari usaha tersebut mampu memberikan dampak positif bagi setiap anggota dalam kelompok. Namun yang terjadi pada Kelompok Toko Impian tidak demikian. Manfaat atau keuntungan yang seharusnya dapat dirasakan oleh seluruh anggota berubah menjadi hanya sebagian orang saja yang dapat menikmatinya. Sebagian orang tersebut adalah mereka yang disebut dengan anggota pengelola. Dengan kata lain terdapat perbedaan antara pengelola dan anggota biasa dalam segi keuntungan yang diperoleh dari usaha yang dijalankan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Informan dari penelitian ini adalah pendamping KUBE, anggota pengelola, anggota biasa, dan masyarakat sekitar Toko Impian. Metode pengumpulan data menggunakan studi pustaka, wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Selain itu, penelitian ini didukung oleh buku atau literatur yang berkaitan dengan topik lembaga sosial, kelompok usaha bersama, koperasi, dan pemberdayaan masyarakat. Analisis dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sedangkan pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan cara triangulasi. Berbagai ketimpangan yang terjadi berkaitan dengan kesempatan untuk ikut dalam kegiatan di toko, pendapatan yang diperoleh, keikutsertaan dalam pelatihan, serta pendampingan yang diberikan oleh Dinas Sosial. Dalam hal ini pengelola memiliki pendapatan, akses terhadap kesempatan usaha, pelatihan, dan pendampingan yang jauh lebih baik daripada anggota biasa. Permasalahan ini merupakan suatu akibat dari kesalahan strategi pemberdayaan yang diterapkan, sehingga pada akhirnya muncul banyak ketimpangan antara pengelola dan anggota biasa. Lebih jauh, hal ini membuat adanya suatu pergeseran fungsi dimana toko Impian sebagai lembaga ekonomi berbasis koperasi yang memuat kepentingan bersama berubah menjadi suatu lembaga bisnis yang menguntungkan sebagian orang saja.

Kelompok Usaha Bersama (KUBE) is one of the poverty alleviation programs in Indonesia. This program was implemented with the aim of improving the welfare of the poor through joint business activities of the beneficiaries. Through KUBE, the government hopes that the benefits generated from the business can have a positive impact on each member in the group. But what happened to the Toko Impian Group was not the case. Benefits or benefits that should be felt by all members change to only some people who can enjoy it. Some of these people are those who are called management members. In other words, there are differences between ordinary managers and members in terms of the benefits derived from the business being run. This study uses a qualitative method. Informants from this study were KUBE assistants, management members, ordinary members, and communities around the Toko Impian. Methods of collecting data using literature studies, indepth interviews, observation, and documentation. In addition, this research is supported by books or literature relating to the topic of social institutions, joint business groups, cooperatives, and community empowerment. Analysis is done by data reduction, data presentation, and conclusion drawing. While checking the validity of the data is done by triangulation. Various inequalities that occur with regard to opportunities to participate in activities in the store, income earned, participation in training, and assistance provided by the Social Service. In this case the manager has income, access to business opportunities, training, and assistance that is far better than ordinary members. This problem is a result of the wrong implementation of the empowerment strategy, so that in the end there arises a lot of inequality between managers and ordinary members. Furthermore, this has created a shift in function where the Dream store as a cooperative-based economic institution that shares a common interest is transformed into a business institution that benefits only a few people

Kata Kunci : Pemberdayaan, pergerseran fungsi, ketimpangan.

  1. S1-2019-378680-abstract.pdf  
  2. S1-2019-378680-bibliography.pdf  
  3. S1-2019-378680-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-378680-title.pdf