PENGARUH PERKEMBANGAN WILAYAH PINGGIRAN KOTA YOGYAKARTA TERHADAP PERKEMBANGAN DESA WISATA TANJUNG, DESA DONOHARJO, KECAMATAN NGAGLIK, KABUPATEN SLEMAN
NAJMA SALSABILA, Joni Purwohandoyo, S.Si., M.Sc.
2019 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAHDesa Wisata Tanjung merupakan salah satu desa wisata yang memiliki daya tarik utama berupa suasana pedesaan. Desa wisata tersebut berada di Kabupaten Sleman yang letaknya berada di wilayah pinggiran Kota Yogyakarta lebih tepatnya berdekatan dengan Jalan Palagan Tentara Pelajar. Jalan Palagan Tentara Pelajar yang saat ini sudah semakin menunjukkan ciri kekotaan dengan banyak dibangunnya lahan yang dimanfaatkan untuk kegiatan perdagangan, industri, jasa, maupun permukiman tentunya semakin lama perkembangannya akan melebar ke wilayah sekitarnya dan tidak dapat dipungkiri bahwa Desa Wisata Tanjung menjadi rentan terkena imbas perkembangan wilayah tersebut. Dengan adanya pernyataan di atas maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi perkembangan Desa Wisata Tanjung, menganalisis perkembangan wilayah pinggiran Kota Yogyakarta yaitu Desa Donoharjo dan sepanjang jalan menuju Desa Wisata Tanjung yaitu Jalan Palagan Tentara Pelajar, dan menganalisis faktor-faktor perkembangan wilayah yang dapat mempengaruhi perkembangan Desa Wisata Tanjung. Metode yang digunakan untuk menjawab tujuan dalam penelitian ini yang pertama adalah dengan melakukan indepth interview dengan pengelola Desa Wisata Tanjung. Tujuan kedua dilakukan dengan melakukan interpretasi penggunaan lahan tahun 2010 dan 2018 sebagian wilayah pinggiran Kota Yogyakarta dan melakukan overlay peta untuk mengetahui perubahannya. Tujuan ketiga dilakukan dengan melakukan overlay hasil interpretasi pernggunan lahan tahun 2010 dan 2018 khusus pada Desa Wisata Tanjung yang kemudian diambil 35 sampel lahan yang mengalami perubahan menjadi lahan terbangun untuk dilakukan wawancara terkait dengan faktor perubahan penggunaan lahan yang dilakukan. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perkembangan Desa Wisata Tanjung yang terjadi selama kurun waktu 17 tahun semakin menurun yaitu semakin berkurangnya suasana pedesaan yang ditandai dengan semakin berkurangnya lahan pertanian dan beberapa atraksi kesenian. Di samping itu perubahan penggunaan lahan yang terus menerus terjadi dalam kurun waktu 8 tahun di Desa Donoharjo dan Jalan Palagan Tentara Pelajar merembet ke wilayah sekitar salah satunya adalah Desa Wisata Tanjung. Hal tersebut menyebabkan terjadinya perubahan penggunaan lahan di Desa Wisata Tanjung dengan faktor internal berupa faktor ekonomi dan sosial kekerabatan serta faktor eksternal berupa harga lahan yang rendah di Desa Wisata Tanjung, lokasi yang strategis dan aksesibilitas yang mudah, kedekatan dengan tempat kerja, dan kedekatan dengan pusat kegiatan.
Tanjung Tourism Village is one of the tourist villages which has a main attraction consisting of villages. The tourist village is located in Sleman Regency, located on the outskirts of Yogyakarta and located closer to the Palagan Tentara Pelajar street. The current Palagan Tentara Pelajar street is increasingly improving the characteristics of the city developed for the purposes of trade, industry, services, and settlements that require a long period of development to expand to a wider area and cannot be denied in Tanjung Tourism Village which can be rich in developmental effects the region. Given the above considerations, the purpose of this study was to indentify the development of Tanjung Tourism Village, analyze the development of the area in the City of Yogyakarta, Donoharjo Village and along the road to Tanjung Tourism Village, the Palagan Tentara Pelajar street, and analyze regional development factors that could affect the development of Tanjung Tourism Village. The method used to answer the objectives in this study was first conducted by in-depth interviews with the manager of Tanjung Tourism Village. The second objective was carried out by interpreting land use in 2010 and 2018 in parts of the suburbs of Yogyakarta and overlaying maps to look for changes. The third objective was carried out by overlaying the results of the 2010 and 2018 land use interpretations specifically at Tanjung Tourism Village, which then took 35 samples of land that changed to land for interviews to be carried out related to the land use change factors. From the results of the study it can be concluded that the development of the Tourism Village which occurred over a period of 17 years declined so that the decreasing environment was marked by the decreasing agricultural land and increasingly improving the arts. In addition, changes in land use carried out continuously over a period of 8 years in Donoharjo Village and Palagan Tentara Pelajar street spread to the surrounding area, one of which was Tanjung Tourism Village. This causes changes in land use in the headline Tanjung Tourism Village with internal factor in the form of economic and social kinship and external factors in the form of low land prices in Tanjung Tourism Village, strategic location and easy accessibility, proximity to the workplace, and proximity to the activity center.
Kata Kunci : perkembangan wilayah, Desa Wisata Tanjung, wilayah pinggiran