Laporkan Masalah

Kontestasi Elit Politik Lokal dalam Rencana Pemekaran Daerah (Studi di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah)

Aldila Aminudin, Dr. Arie Sujito, S.Sos., M.Si.

2019 | Skripsi | S1 SOSIOLOGI

Salah satu permasalahan yang dihadapi Kabupaten Kebumen adalah masalah kemiskinan. Kesenjangan pembangunan yang terjadi di Kebumen memunculkan kontestasi diantara elit-elit lokal. Fokus dalam penelitian ini adalah mengungkap bagaimana kontestasi yang terjadi dalam rencana pemekaran daerah di Gombong antara Tim Pemekaran Daerah dan Tim 9 Dewan Kota. Peneliti berusaha memahami dinamika elit politik lokal dan kepentingan elit tersebut dalam menyuarakan gagasannya dalam bingkai pemekaran daerah. Setelah memahami bagaimana kontestasi elit lokal dan kepentingan aktor di dalamnya, peneliti kemudian berusana melihat bagaimana respon yang diberikan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Kebumen dan masyarakat terhadap kedua gagasan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif untuk mendeskripsikan dan menganalisa kontestasi elit lokal dan kepentingannya dalam rencana pemekaran daerah Gombong. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah peneliti sebagai instrumen utama dan instrumen pendukung berupa pedoman observasi, pedoman wawancara, serta data sekunder. Untuk menjelaskan fenomena kontestasi elit lokal, dalam penelitian ini penulis menggunakan perspektif teoretis konflik dan teoretis elit untuk menguraikan bagaimana jalannya kontestasi dan kepentingan elit di dalamnya. Selain menguraikan kontestasi elit lokal dan kepentingannya, penelitian ini juga memaparkan respon dari pemerintah dan masyarakat terkait dengan kontestasi elit lokal tersebut. Hasil dari penelitian ini pada akhirnya dapat mengungkap bahwa kontestasi yang terjadi di kalangan elit lokal di Kabupaten Kebumen pada dasarnya menyimpan modus untuk berkuasa dan tidak lepas dari kepentingan ekonomi politik.

One of the arguments against Kebumen Regency is the problem of poverty. The development gap that occurred in Kebumen led to contestation between local elites. The focus of this study reveals how the contestation occurred in the planned expansion of the area in Gombong between the Regional Expansion Team and Team 9 of the City Council. Researchers who try to overcome the dynamics of local politics and the interests of these elites in voicing their desires in the frame of regional expansion. After considering how to contest the local elite and the interests of the actors in it, the researchers then asked to see how the Regional Government of Kebumen and the community responded to the two methods. This study uses qualitative research methods to describe and analyze the contestation of local elites and their interests in the planned expansion of the Gombong area. The instruments used in this study are researchers as the main instruments and supporting instruments in the form of observation guidelines, interview guidelines, and secondary data. To explain the phenomenon of local elite contestation, in this study the authors used conflict theoretical and elite theoretical perspectives to describe how the course of contestation and elite interests in it. In addition to outlining the contestation of local elites and their interests, this study also presents responses from the government and the community related to the contestation of the local elite. The results of this study can finally reveal the contestation that occurred in the local elite in Kebumen Regency when facilitating modes for power and not being separated from political economy interests.

Kata Kunci : Kontestasi, Pemekaran Daerah, Elit Lokal

  1. S1-2019-378709-abstract.pdf  
  2. S1-2019-378709-bibliography.pdf  
  3. S1-2019-378709-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-378709-title.pdf