KAJIAN PENGARUH LIMBAH DOMESTIK TERHADAP KUALITAS AIR PENGGAL ANAK SUNGAI GAJAHWONG DI SEKITAR IPAL KOMUNAL SANIMAS
IZANA SAFFANA ILMA, Prof. Dr. Sudarmadji, M. Eng. Sc.
2019 | Skripsi | S1 GEOGRAFI LINGKUNGANPerkembangan penduduk yang pesat di daerah hulu Sungai Gajahwong mendorong tumbuhnya permukiman padat penduduk yang tumbuh hingga ke kanan kiri sungai. Fenomena ini seringkali membuat sungai dimanfaatkan sebagai tempat pembuangan akhir limbah cair hasil dari aktivitas manusia yang dapat mengakibatkan penurunan kualitas perairan atau pencemaran. Oleh karena itu, perlu diketahui seberapa besar perubahan yang terjadi pada sungai setelah memasuki daerah perpermukimanmukiman yang padat. Tujuan dari penelitian ini adalah : 1) Mengidentifikasi kondisi kualitas air penggal sungai Gajahwong serta kesesuaiannya dengan Keputusan Gubernur DIY No. 22 Tahun 2007 dan 2) Menentukan nilai beban pencemaran berdasarkan limbah domestik di penggal Sungai Gajahwong. Tujuan tersebut dicapai dengan melakukan survei dan observasi lapangan, pengambilan sampel dan pengukuran debit di lapangan, serta analisis data sampel air di laboratorium. Parameter BOD, COD, DO, pH, dan suhu merupakan parameter yang biasa digunakan untuk mengidentifikasi pencemar domestik. Nilai parameter yang telah dianalisis di laboratorium kemudian dibandingkan kesesuaiannya dengan baku mutu yang diacu oleh Keputusan Gubernur DIY No 22 Tahun 2007 untuk sungai Gajahwong daerah baku mutu air Kelas II. Analisis selanjutnya dilakukan dengan metode beban pencemar. Penggal sungai yang dipilih adalah penggal anak Sungai Gajahwong yang melintasi Kecamatan Ngaglik dan Kecamatan Depok Kabupaten Seleman sepanjang 2,34 km. Sumber pencemar sungai selain dari aktivitas permukiman yang padat juga berasal dari limbah cair buangan Pasar Tradisional Colombo dan IPAL Komunal Sanimas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas air dari hulu ke hilir penggal anak sungai cenderung semakin memburuk dan terdapat beberapa parameter yang melebihi baku mutu air Kelas II. Beban pencemar tertinggi adalah parameter COD yaitu sebesar 3714,91 kg/hari.
The rapid population growth in the upstream of Gajahwong river encouraged the growth of the densely populated settlement to the right and left of the bank river. This phenomenon occasionally obtains the river as a final disposal site for liquid waste resulting from human activities which can lead to water quality decreasing or due pollution. Therefore, it should be known how the changes occur in the river after entering a dense settlement area. The objectives of this study are 1) To identify the condition of water quality in the part of Gajahwong River and standardize according to DIY Governor Decree Number 22/2007 and 2) To determine the pollution load based on domestic waste in the section of Gajahwong river branch. The objectives were achieved by conducting surveys and field observations, sampling and measuring the discharge, and analyzing water sample data in the laboratory. BOD, COD, DO, pH, and temperature are parameters commonly used to identify domestic pollutant. The parameter values that have been analyzed in the laboratory then compared with the standards referred to DIY Governor Decree Number 22/2007, water quality in Gajahwong River is categorized as Class II. Subsequent analysis was carried out using the pollutant load method. The selection part was the section of Gajahwong River that crosses Ngaglik District and Depok District, Sleman Regency, along 2.34 km. Sources of river pollutants aside from activities of the dense settlement also added by the liquid waste from Colombo Traditional Market and The Communal WWTP Community-based Sanitation. The results showed that water quality from the upstream to the downstream of tributaries tended to get worse and some parameters exceeded Class II Water Quality standard. The highest pollutant load is the COD parameter which is 3714,91 kg/day.
Kata Kunci : kualitas air, IPAL komunal, pasar tradisional, sungai gajahwong limbah domestik,