Laporkan Masalah

PEMBUATAN PETA SITUASI SKALA 1:500 DENGAN METODE TERESTRIS DI DUKUH PURWASASONO DESA BELUK KECAMATAN BAYAT KABUPATEN KLATEN PROVINSI JAWA TENGAH

JEAN SHABHA NUR A, Dedi Atunggal SP., S.T., M.Sc.

2019 | Tugas Akhir | D3 TEKNIK GEOMATIKA

Pembangunan suatu daerah memerlukan perencanaan yang baik. Perencanaan pembangunan perlu didukung data spasial yang mumpuni berupa peta. Peta yang mumpuni untuk perencanaan adalah peta yang memiliki ketelitian yang baik dimana dalam pelaksanaan pemetaan telah dilakukan evaluasi pemetaan yang sesuai dengan spesifikasi teknis yang ditentukan guna mendapatkan peta yang komunikatif. Pemetaan yang telah dilaksanakan meliputi pengukuran kerangka kontrol horizontal dan kerangka kontrol vertikal, pengukuran detil situasi baik planimetris maupun vertikal, penggambaran peta dan uji peta. Hasil dari penggambaran peta dilakukan perbandingan antara peta dengan spesifikasi yang telah ditentukan dan peta dengan spesifikasi yang dikeluarkan Badan Informasi Geospasial dengan metode kuesioner. Responden berjumlah 12 orang dengan latar belakang mahasiswa. Hasil dari pemetaan ini adalah kerangka kontrol horizontal dan kerangka kontrol vertikal telah memenuhi spesifikasi teknis yang ditentukan. Pada pengujian peta, peta yang dihasilkan tidak memenuhi spesifikasi teknis yang ditentukan, yaitu dengan kesalahan lebih dari 10% jadi peta yang dihasilkan tidak akurat. Produk peta yang dihasilkan secara visual peta yang digambar dengan spesifikasi teknis yang telah ditentukan dianggap lebih mudah dipahami dibandingkan dengan peta yang digambar dengan spesifikasi yang dikeluarkan Badan Informasi Geospasial dengan metode kuesioner.

The development in a region needs a good planning. The development planning needs a qualified spatial data as a map to support it. The qualified map for planning is a map which has convenient precission that in the execution had been evaluated which appropriate with the specification for a communicative map. The execution of mapping is involve measurements of control survey include horizontal control and vertical control, measurements of details situation include planimetris and vertical, cartography and map accuracy test. The result of cartography is compared between a map with predetermined specification and specification which has been issued by Badan Informasi Geospasial. The comparison is taken by questionnaire method who�s the respondent is student. The result of this mapping is control survey include horizontal control and vertical control has been fullfiled the predetermined specification. The map accuracy test which has been done shows the error of the map is more than 10% so the map is not accurate. The visual of map product which has been draw by predetermined specification is more easier to understanding than the map which has been draw by specification which has been issued by Badan Informasi Geospasial.

Kata Kunci : pemetaan, kerangka kontrol, pembangunan /mapping, control survey, development

  1. D3-2019-401698-abstract.pdf  
  2. D3-2019-401698-bibliography.pdf  
  3. D3-2019-401698-tableofcontent.pdf  
  4. D3-2019-401698-title.pdf