MOTIVASI PETANI HUTAN RAKYAT DALAM PROGRAM PINJAMAN DANA TUNDA TEBANG DI DESA KARANGASEM, KECAMATAN PONJONG, KABUPATEN GUNUNGKIDUL
DAMAR SINDU P, Dr. Silvi Nur Oktalina, S.Hut., M.Sc.
2019 | Tugas Akhir | D3 PENGELOLAAN HUTANHutan adalah suatu kesatuan ekosistem berupa hamparan lahan berisi sumber daya alam hayati yang didominasi pepohonan. Tujuan dilakukan penelitian yaitu untuk mengetahui tingkat motivasi masyarakat dalam pinjaman dana tunda tebang dan mengetahui kegiatan masyarakat dalam pengelolaan hutan rakyat di Desa Karangasem, Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunungkidul. Penelitian ini dilakukan di hutan rakyat Desa Karangasem, Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunungkidul. Pengambilan data di lapangan dilaksanakan pada bulan September 2018 dengan teknik random sampling, selanjutnya dari responden terpilih dilakukan wawancara dengan panduan kuisioner. Data yang didapatkan diolah dengan merode skor butir beda bobot untuk menghitung tingkat motivasi masyarakat dalam pengajuan pinjaman dana tunda tebang yang diselenggarakan oleh Badan Layanan Umum Pusat Pembiayaan Pembangunan Hutan (BLU pusat P2H). Hasil skoring yang didapatkan dalam pengukuran motivasi yaitu sebesar rata rata skor 11.1 atau sebesar 37% dan digolongkan pada kategori sedang. Penggunaan pinjaman dana tunda tebang oleh masyarakat untuk pembelian ternak dan sebagai modal usaha antaralain pembuatan mebel, berdagang, produksi pupuk dan pembelian alat penggiling batu. Kegiatan pengelolaan yang dilakukan oleh masyarakat diantara lain pesiapan lahan, penanaman, pemeliharaan dan pemanenan.
Forest is an ecosystem unit in the form of an expanse of land containing biological natural resources dominated by trees. The purpose of the research was to find out the level of motivation of the community in delay cutting revolving fund and find out about community activities in the management of community forests in Karangasem Village, Ponjong Subdistrict, Gunungkidul District. The research was conducted in community forest Karangasem Village, Ponjong Subdistrict, Gunungkidul District. Data collection was done in September 2018 with random sampling techniques. The selected respondent was interviewed with a questionnaire guideline. The data was processed by modifying the item score of the weight difference to calculate the level of motivation of the community in the submission of delay cutting revolving fund held by the Public Services Center for Forest Development (BLU P2H Center) The scoring results obtained in the measurement of motivation are equal to the average score of 11,1 or 37% and was classified in the Moderate category. The use of delay cutting funds to purchase livestock, and as a business capital such as furniture manufacturing, trading, fertilizer production and purchasing stone grinding tools. The Management activities carried out by the community was land preparation, planting, maintenance, and harvesting.
Kata Kunci : Hutan Rakyat, Pinjaman Dana, Motivasi, Community Forest, Delay Cutting Funds, Motivation