Ancaman terhadap Legitimasi Recep Tayyip Erdogan pada masa Pemerintahannya (2014-2018)
HESTY AULIA RAHMI, Dr. Siti Muti'ah Setyawati, M.A.
2019 | Skripsi | S1 ILMU HUBUNGAN INTERNASIONALPenelitian ini berusaha untuk menjelaskan ancaman legitimasi yang dihadapi oleh Presiden Recep Tayyip Erdogan serta bagaimana strateginya dalam mempertahankan legitimasinya. Legitimasi Erdogan sendiri mulai dipertanyakan sejak adanya protes Taman Gezi, ketidakstabilan politik, hingga puncaknya percobaan kudeta pada tahun 2016. Metode yang digunakan dalam penelitian ini procces tracing atau sequent event analysis dengan meruntu semua kejadian penting dalam kurun waktu 2014-2018. Krisis legitimasi sebagai kerangka konseptual mencoba menjelaskan penyebab munculnya ancaman serta strategi yang digunakan Erdogan dalam mengamankan legitimasinya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masalah utama yang merupakan ancaman besar bagi legitimasi Presiden Recep Tayyip Erdogan adalah adanya dualisme identitas nasional, tindakan represif terhadap pers dan oposisi, serta tidak terakomodasikannya kepentingan kelompok Gulenis. Sedangkan strategi yang dilakukan oleh Erdogan adalah dengan pembangunan ekonomi, strukturalisasi militer dan birokrasi, serta menanamkan ideologi Islam. Peneliti menilai strategi tersebut cukup efektif dalam mempertahankan legitimasi Erdogan sementara waktu. Namun disisi lain strategi tersebut menciptakan legitimasi yang rapuh.
This research attempts to explain the legitimacy threat faced by President Recep Tayyip Erdogan and how his strategy is in maintaining its legitimacy. Erdogan's own legitimacy has begun to be questioned since the existence of Gezi Park protests, political instability, until the culmination of a coup attempt in 2016. The method used in this research is process tracing or sequent event analysis by clogging up all important events in the 2014-2018 period. The legitimacy crisis as a conceptual framework tries to explain the causes of threats and strategies used by Erdogan in securing its legitimacy. The results of this study indicate that the main problem which poses a major threat to the legitimacy of President Recep Tayyip Erdogan is the dualism of national identity, repressive action against the press and opposition, and the accommodation of the Gulenis group's interests. While the strategy carried out by Erdogan was with economic development, military and bureaucratic structuring, and instilling Islamic ideology. The researcher assessed that the strategy was quite effective in temporarily maintaining Erdogan's legitimacy. But on the other hand the strategy creates vulnerable legitimacy.
Kata Kunci : Recep Tayyip Erdogan, Turki, Krisis Legitimasi, Identitas Nasional, Islamisasi