Laporkan Masalah

Pola Spasiotemporal Pencurian Kendaraan Bermotor (CURANMOR) Di Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2018

Resta Cahyani Putri, Dr. Bowo Susilo, S.Si., MT.

2019 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUH

Kriminalitas merupakan segala bentuk tindakan atau perbuatan yang merugikan serta melanggar hukum yang berlaku di Indonesia. Analisis spasiotemporal dapat dianalisis dengan melihat persebaran kelas kepadatan kejadian tindak kriminal curanmor pada setiap kelas temporal kejadian. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) memetakan lokasi kejadian curanmor, (2) menganalisis pola spasiotemporal curanmor di D.I Yogyakarta Tahun 2018, dan (3) menganalisis hubungan kelas kepadatan kejadian tindak kriminal dengan beberapa faktor yang berkaitan, diantaranya yaitu lokasi pos polisi, lokasi Perguruan Tinggi, dan kepadatan penduduk. Data yang digunakan yaitu koordinat lokasi yang diperoleh dari proses geocoding alamat kejadian tindak kriminal, pos polisi, dan perguruan tinggi. Koordinat lokasi curanmor digunakan untuk analisis kernel density yang menghasilkan kelas kepadatan curanmor. Hasil dari penelitian ini yaitu peta lokasi kejadian tindak kriminal curanmor, peta pola spasiotemporal kejadian tindak kriminal curanmor, dan analisis hubungan faktor yang berkaitan dengan kriminal curanmor. Peta tersebut menunjukan bahwa daerah yang memiliki kepadatan kejadian tindak kriminal curanmor paling tinggi yaitu di sebagian Kecamatan Depok, dimana berada di sekitar pusat kota dan jalan utama. Analisis hubungan beberapa faktor menunjukan bahwa adanya hubungan. Tingkat kepadatan kriminal dengan lokasi pos polisi dan lokasi perguruan tinggi memiliki hubuungan yang berbanding terbalik. Sedangkan tingkat kriminal dan kepadatan penduduk memiliki hubungan yang berbanding lurus.

Crime is any form of action that is detrimental and violates the law in force in Indonesia. Spatiotemporal analysis can be done using the Kernel density method so that it can represent the density of motor vehicle crime. This study aims to: (1) map the location of the vehicle theft, (2) analyze the spatial pattern of carpooling in DI Yogyakarta in 2018, and (3) analyze the relationship between the density of crime events with several related factors, including the location of police stations College, and population density. The data used are location coordinates obtained from the geocoding process addressing criminal acts, police postal addresses, and college addresses. The coordinates of the vehicle location are used for kernel density analysis which results in a spatiotemporal pattern of motor vehicle crime. The results of this study are a map of the location of crime, spatial pattern maps of motor vehicle crime, and analysis of the relationship of factors related to motor vehicle crime. The map shows that the regions with the highest crime incidence of vehicle crime are in parts of Depok Subdistrict, which are around the city center and main roads. Relationship analysis of several factors shows that there is a relationship. The criminal density level with the location of the police station and the location of the college has an inverse relationship. While the crime rate and population density have a relationship that is directly proportional.

Kata Kunci : Kriminalitas, Pencurian Kendaraan Bermotor, Pola Spasiotemporal, Kernel density

  1. S1-2019-379407-abstract.pdf  
  2. S1-2019-379407-bibliography.pdf  
  3. S1-2019-379407-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-379407-title.pdf