FAKTOR RISIKO PERILAKU ANTISOSIAL PADA ANAK SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DI KOTA YOGYAKARTA
Maria Ulfah, Dr. Fitri Haryanti, S.Kp.,M.Kes; Intansari Nurjannah, S.Kp.,MNSc.,Ph.D
2019 | Skripsi | S1 ILMU KEPERAWATANLatar belakang: Perilaku antisosial dapat muncul pada anak-anak, remaja, maupun dewasa. Hal ini dapat menimbulkan berbagai permasalahan mengingat antisosial erat kaitannya dengan kenakalan remaja. Perlu adanya pencegahan melalui identifikasi risiko pada anak, sehingga permasalahan antisosial dapat ditangani lebih awal. Tujuan: untuk mengetahui faktor risiko perilaku antisosial pada anak sekolah menengah pertama di Kota Yogyakarta . Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan desain penelitian cross-sectional. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari – Februari 2019 dengan teknik pemilihan sampel simple random sampling dan cluster sampling. Sebanyak 415 responden terlibat dalam penelitian ini dan pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian Antisocial Process Screening Device-Self Report (APSD). Analisis data menggunakan distribusi frekuensi dan chi-square. Hasil: Lebih dari setengah responden adalah perempuan (54,6%) dengan usia paling banyak 14 tahun (55%), rata-rata usia 13 tahun 6 bulan, memiliki orang tua yang utuh (91,3%) dan tinggal di keluarga inti (96,6%). Sebanyak 93 responden memiliki risiko perilaku antisosial dengan bentuk perilaku antisosial terbanyak adalah impulsif (66,7%). Hasil chi-square menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara usia, jenis kelamin, dan tipe keluarga terhadap risiko perilaku antisosial (p>0,05) dan terdapat hubungan yang signifikan antara keutuhan orang tua dengan risiko perilaku antisosial (p<0,05). Kesimpulan: Bentuk perilaku antisosial yang paling banyak ditunjukkan adalah impulsif. Tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin, usia, dan tipe keluarga terhadap risiko perilaku antisosial dan terdapat hubungan antara keutuhan orang tua dengan risiko perilaku antisosial pada anak SMP di Kota Yogyakarta.
Background: Antisocial behavior can occur in children, adolescents, and adults. This can lead to various problems considering that antisocial related to juvenile delinquency. In accordance with the challenges, so it needs to prevent by earlier antisocial behavior risk identification. Objective: To determine the description of antisocial behavior risk in junior high school children in Yogyakarta City. Method: This research uses descriptive quantitative with cross-sectional design. This research was conducted on January - February 2019 with sample selection techniques simple random sampling and cluster sampling. There were 415 respondents involved in this research and data collection used research instruments Antisocial Process Screening Device Self-Report. Data analysis used frequency distribution and chi-square. Result: More thank half of respondent were female (54,6%) with average age is 13 years 6 months, having complete parents (91.3%) and living in nuclear family (96.6%). A total of 93 respondents had the risk of antisocial behavior with the most form of antisocial behavior was impulsive (66.7%). The chi-square results showed that there was no significant relationship between age, sex, and family type on the risk of antisocial behavior (p> 0.05) and there was a significant relationship between the integrity of parents and the risk of antisocial behavior (p <0.05). Conclusion: Impulsive is the most form of antisocial behavior. There is no relationship between gender, age, and family type on the risk of antisocial behavior and there is a relationship between the parentral integrity and the risk of antisocial behavior in junior high school children in the Yogyakarta City.
Kata Kunci : anak sekolah menengah pertama, impulsif, risiko perilaku antisosial