Laporkan Masalah

PENGARUH KLON DAN KONSENTRASI HORMON IBA TERHADAP KEMAMPUAN BERAKAR STEK PUCUK JATI

VIVI IKAWARDANI, Dr. Ir. Eny Faridah, M.Sc.;Ir. W.W. Winarni, M.P

2019 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Kayu jati memiliki harga jual yang cukup diperhitungkan karena kekuatan dan keawetannya meskipun masa pertumbuhannya lama. Kebutuhan kayu yang terus meningkat perlu diiringi dengan peningkatan produktivitas hutan tanaman jati. Salah satu cara yang ditempuh untuk meningkatkan produktivitas hutan tanaman jati adalah dengan metode perbanyakan stek pucuk menggunakan klon-klon unggul dengan dikombinasikan aplikasi hormon IBA. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh klon dan konsentrasi hormon IBA terhadap kemampuan berakar stek pucuk jati. Penelitian ini menggunakan empat klon, yaitu WG1, WG2, F35, dan F16 yang berasal dari kebun pangkas jati di Petak 16 Hutan Wanagama 1, Gunung Kidul yang diberi tiga tingkat konsentrasi IBA, yaitu 0, 250, dan 500 ppm. Stek pucuk jati dengan perlakuan tersebut dipelihara dalam bedeng aklimatisasi selama tiga bulan. Pengamatan terhadap parameter persen hidup, persen berakar, jumlah akar primer, jumlah akar sekunder, panjang akar primer dan panjang akar sekunder dilakukan sebagai evaluasi terhadap perlakukan yang diberikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa klon hanya berpengaruh secara nyata terdapat jumlah akar primer stek pucuk jati. Klon F35 memberikan hasil terbaik dengan jumlah akar primer 8 helai diikuti dengan F16 (6 helai). Meskipun tidak memberikan pengaruh yang nyata, secara umum pemberian hormon IBA memberikan efek positif terhadap pertumbuhan perakaran stek. Interaksi perlakuan Klon F16 dengan IBA 500 ppm serta F35 tanpa penambahan hormon IBA memberikan hasil terbaik secara nyata terhadap jumlah akar primer stek pucuk jati dengan nilai berturut-turut 14 dan 11 helai.

Although having long growing period, teak wood has a considerably high selling price due to its strength and durability. Increasing wood demands need to be fulfilled by teak plantations with high productivity. One of methods used to increase plantation productivity is by vegetatively propagate superior clones through shoot cuttings combined with IBA hormone application. This study aims to analyze the effect of clones and IBA hormone concentrations on rooting ability of teak cuttings. The research used 4 clones, i.e. WG1, WG2, F35, and F16 taken from teak hedge orchard in Compartment 16, Wanagama Forest, Gunung Kidul, combined with 3 concentration levels of IBA hormone, i.e. 0, 250, and 500 ppm. Planted cuttings were then grown in acclimatization box for 3 months. Life percentage, rooting percentage, number of primary and secondary roots, as well as primary and secondary root lengths were observed to evaluate the given treatments. The results showed that clones only significantly affect the number of primary roots. Clone F35 provides the best results based on primary root number with 8 strands followed by clone F16 (6 strands). Although insignificantly, in general, hormone IBA gives positive effects on root growth parameters of teak cuttings. Interaction effects of F16 clone and IBA 500 ppm; and F35 clone and IBA 0 ppm have resulted in the highest primary root number of teak cuttings with 14 and 11 strands, respectively.

Kata Kunci : Klon unggul jati, hormon IBA, perakaran, stek pucuk jati, Wanagama I/Teak clones, hormone IBA, rooting, teak shoot cuttings, Wanagama I

  1. S1-2019-349048-Abstract.pdf  
  2. S1-2019-349048-Bibliography.pdf  
  3. S1-2019-349048-Tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-349048-Title.pdf