Laporkan Masalah

ISOLASI, PENGUJIAN AKTIVITAS DAN FERMENTASI BAKTERIOSIN BAKTERI ASAM LAKTAT ASAL UDANG DOGOL (Metapenaeus ensis)

FARRAS WIDYANISA, Prof. Dr. Ir. Sebastian Margino

2019 | Skripsi | S1 MIKROBIOLOGI PERTANIAN

Bakteri asam laktat merupakan kelompok bakteri Gram positif yang dapat menghasilkan bakteriosin dan dapat diisolasi dari udang yang diketahui memiliki keragaman mikroba yang tinggi di dalam tubuhnya. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan isolasi, pengujian aktivitas bakteriosin dan fermentasi bakteriosin bakteri asam laktat yang berasal dari udang dogol. Pengambilan sampel udang dogol dilakukan di Pantai Depok Parangtritis, Bantul dan diperoleh sejumlah 38 isolat bakteri asam laktat dari bagian kepala, badan dan usus udang dogol. Pengujian aktivitas bakteriosin yang dihasilkan oleh bakteri asam laktat dilakukan secara kualitatif (agar diffusion bioassay) dan kuantitatif (well diffusion assay dan agar dilution method) terhadap bakteri indikator Pediococcus acidilactici F11 dan bakteri patogen Vibrio harveyi dan Aeromonas hydrophila pada medium MRS. Hasil pengujian aktivitas bakteriosin secara kualitatif terhadap bakteri P. acidilactici F11 menunjukkan terdapat 33 isolat bakteri asam laktat penghasil bakteriosin dan secara kuantitatif terhadap bakteri P. acidilactici F11 menghasilkan 8 isolat bakteri asam laktat penghasil bakteriosin. Berdasarkan hasil pengujian aktivitas bakteriosin terhadap bakteri patogen V. harveyi dan A. hydrophila menunjukkan bahwa isolat DGB2B, yang berasal dari badan udang, merupakan isolat unggul yang memiliki kemampuan untuk menghambat kedua bakteri patogen tersebut. Fermentasi bakteriosin dilakukan dengan kondisi lingkungan yang diatur pada suhu ruang 25°C, kecepatan agitasi 100 rpm dan pH awal medium 6,5. Setiap interval 4 jam dilakukan pengambilan sampel kultur bakteri untuk melihat pertumbuhan selnya menggunakan spektrofotometer dengan panjang gelombang 600nm dan aktivitas bakteriosinnya dilihat melalui agar dilution method. Hasil fermentasi bakteriosin dari isolat DGB2B menunjukkan peningkatan dari 2300 AU/ml menjadi 2500 AU/ml.

Lactic acid bacteria is a group of Gram-positive bacteria known for its ability to produce bacteriocin and can be isolated from the shrimp's body which harbours microorganisms of wide diversity. Dogol shrimp (Metapenaeus ensis) is a shrimp found abundantly in Java Sea. This work aims at isolating lactic acid bacteria, assessing the activity of bacteriocin, and fermentation of bacteriocin isolated from dogol shrimp. Sampling of dogol shrimp was carried in Depok Parangtritis Beach, Bantul and resulted in 38 lactic acid bacteria from head, body and intestines. The activity of bacteriocin was tested qualitatively (agar diffusion bioassay) and quantitatively (well diffusion assay and agar dilution method) againts Pediococcus acidilactici F11 and pathogenic bacteria Vibrio harveyi and Aeromonas hydrophila on MRS medium. The results of qualitative and quantitative assay of bacteriocin demonstrated that 33 lactic acid bacteria and 8 lactic acid bacteria isolates showed the ability to produce bacteriocin. The bacteriocin activity assay against pathogenic bacteria V. harveyi and A. hydrophila showed that isolate DGB2B, isolated from shrimp body, had the highest ability to inhibit both of the pathogenic bacteria. Fermentation of bacteriocin using isolate DGB2B was conducted at room temperature 25°C with shaking at 100 rpm and initial medium pH of 6,5. Sample was drawn periodically every 4 hours to determine cell growth using spectrofotometer at 600nm and bacteriocin activity was tested using agar dilution method. It was found that bacteriocin activity increased from 2300 AU/ml to 2500 AU/ml. Key words: lactic acid bacteria, bacteriocin, fermentation, dogol shrimp

Kata Kunci : bakteri asam laktat, bakteriosin, fermentasi, udang dogol

  1. S1-2019-369764-tableofcontent.pdf  
  2. S1-2019-369764-title.pdf