Laporkan Masalah

Uji Toksisitas Akut Senyawa Tetrahidropentagamavunon-0 (THPGV-0) Pada Tikus Galur Wistar

Pradita Widyaningrum, drh. Retno Murwanti, M.P., Ph.D., Dr. Ritmaleni, S.Si.

2019 | Skripsi | S1 FARMASI

Senyawa tetrahidropentagamavunon-0 (THPGV-0) merupakan senyawa metabolit aktif pentagamavunon-0 (PGV-0) yang merupakan senyawa turunan kurkumin. THPGV-0 dihasilkan dari reaksi hidrogenasi senyawa PGV-0. Aktivitas THPGV-0 diantaranya adalah penghambatan pelepasan histamin pada pengujian in vitro, antifungi, antibakteri dan sebagai antioksidan yang lebih kuat dari PGV-0 dan kurkumin. Berdasarkan potensi aktivitas tersebut, THPGV-0 perlu dilakukan pengujian preklinik sebelum dapat digunakan untuk pengobatan secara klinik. Salah satu pengujian preklinik yang dilakukan adalah uji toksisitas akut. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur derajat potensi ketoksikan akut senyawa yang terjadi pada durasi yang singkat yaitu 24 jam setelah pemberian dosis tunggal senyawa THPGV-0. Metode yang digunakan dalam uji ini mengacu pada pedoman OECD 420 Acute Oral Toxicity-Fixed Dose Procedure. Pengukuran dilakukan secara kuantitatif yaitu purata kenaikan bobot badan per hari dan rasio bobot organ, kualitatif terkait pengamatan gejala klinik menurut kriteria Balasz (1970) selama 14 hari dan histopatologi organ. Dosis awal pada uji pendahuluan digunakan 300 mg/kg BB yang dilanjutkan hingga dosis 2000 mg/kg BB. Pada Uji utama, dosis permulaan yang diberikan terhadap kelompok hewan uji jantan dan betina galur wistar adalah 2000 mg/kg BB. Pada hari ke 15 seluruh hewan uji dikorbankan. Data kuantitatif dianalisis dengan metode Independent Sample T-test. Pemejanan senyawa THPGV-0 dosis tunggal 2000 mg/kg BB secara per oral tidak menyebabkan kematian maupun gejala toksik nyata pada hewan uji baik jantan maupun betina. Pemberian senyawa uji mempengaruhi purata kenaikan bobot badan per hari (PKBP) pada tikus jantan. Hasil uji histopatologi terhadap hewan uji menunjukkan tidak adanya spektrum efek toksik pada organ vital. Senyawa uji termasuk dalam kategori 5 (unclassified) menurut GHS dengan nilai LD50 >2000 mg/kg BB.

Tetrahydropentagamavunon-0 (THPGV-0) is an active metabolite of Pentagamavunon-0 (PGV-0) as known as the derivate compound of curcumin. THPGV-0 produced by hydrogenation reaction of PGV-0. THPGV-0 reported has activity as histamine release inhibitor on the study in vitro, antifungal, antibacterial and stronger antioxidant than PGV-0 and curcumin. Therefore, THPGV-0 should pass the preclinical test before used in clinical to optimize its potentials. One of the preclinical tests is the toxicity test. And acute toxicity is the primary toxicity test. This study aims to evaluate toxicity potent of THPGV-0 by measure LD50, toxic symptoms and cellular level alteration of the vital organ. The test of acute toxicity in this study used OECD 420 Acute Oral Toxicity-Fixed Dose Procedure Guideline. Measurement of potent toxicity THPGV-0 by quantitative and qualitative parameters. Quantitative parameter is the alteration average body weights per day, ratio vital organ weight, and the number of animals test death, and the qualitative parameter is toxic symptoms and histopathology. Starting dose is administered at 300 mg/kg BW on the sighting study and increased at 2000 mg/kg BW. The main study, the starting dose is administered at 2000 mg/kg BB on male and female Wistar rats. Observation of the animal test followed until 14 days after administered, and then animals test were sacrificed. Quantitative data analyzed by Independent Sample T-test Method. The results showed that administered of THPGV-0 single dose 2000 mg/kg BW did not show any deaths and toxic symptom of male and female rats. THPGV-0 influence average body weights per day of male rat group and did not influence ratio vital organ weight both of groups. Histopathology did not show the alteration at the cellular level. LD50 category is unclassified (>2000 mg/kg BW) following GHS classification.

Kata Kunci : Toksikologi, Toksisitas Akut, THPGV-0, Histopatologi

  1. S1-2019-379367-abstract.pdf  
  2. S1-2019-379367-bibliography.pdf  
  3. S1-2019-379367-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-379367-title.pdf