SELEKSI PADI (Oryza sativa L.) POPULASI M4 TOLERAN TERHADAP KEKERINGAN DENGAN PENANDA SSR
Vika Ayu Safitri, Rani Agustina Wulandari, S.P., M.P., Ph.D. ; Dr. Fatimah, S.P., M.Si.
2019 | Skripsi | S1 AGRONOMIPerubahan iklim menyebabkan suhu rata-rata meningkat sehingga memicu kekeringan pada tanaman. Kondisi ini dapat menghambat pertumbuhan dan menurunkan hasil padi, bahkan menyebabkan puso. Pengembangan galur toleran kekeringan menjadi salah satu strategi yang efektif untuk mengantisipasi perubahan iklim. Penelitian ini merupakan rangkaian dalam program pemuliaan galur toleran kekeringan pada varietas Inpari 30 dan Situ Bagendit menggunakan mutasi dengan metode Spike-Stalk Injection Method. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan galur toleran kekeringan dan mendeteksi adanya perbedaan genetik padi hasil mutasi. Penelitian ini dilakukan di kebun Tridharma Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pada Mei 2018 sampai dengan Oktober 2018 dan Biologi Molekuler Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian (BB-BIOGEN), Bogor, Jawa Barat pada Oktober 2018-Februari 2019. Data karakter agronomi dianalisis secara statistik menggunakan ANOVA pada taraf alfa 5%. Apabila terdapat perbedaan yang signifikan dilanjutkan uji jarak Duncan . Dua puluh lima galur terpilih toleran terhadap kekeringan berdasarkan skoring penggulungan daun. Selanjutnya galur terpilih tersebut dianalisis secara genetik menggunakan 13 penanda molekuler. Galur Inpari 30-Padi Cabacu terdeteksi memiliki perbedaan genetik terhadap tetua penerima Inpari 30 karena memiliki koefisien kemiripan terhadap tetua donor Padi Cabacu sebesar 86%. Berdasarkan karakter agronomi galur Inpari 30-Padi Cabacu relatif mendekati tetua Padi Cabacu.
Climate change caused increasing of average temperature that triggers drought in an environment. This condition could inhibit grow and rice production, even causing puso. One of effective strategies to anticipate climate change is drought tolerance cultivars. This research is one of series in breeding programs to develop rice cultivars of Indonesia Inpari 30 and Situ Bagendi with mutation by means of Spike-Stalk Injection Method. It was to determine the drought tolerance pure line. It also detect genetical difference among mutants against to the Inpari 30 and Situ Bagendit. This research was carried out in the Tridharma Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada start on May 2018 up to October 2018 and at Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian (BB-BIOGEN), Bogor, West Java in October 2018 February 2019. Agronomical characters data were analysis of variance statistically using ANOVA level of confidence at 5%. Then, if there was a significant the analysis was proceed to Duncan Multiple Range Test. Twenty five pure line were tolerance of drought based on leaf scrolling score. Then the selected pure line were analyzed genetically using 13 molecular markers. Inpari 30-Padi Cabacu pure line has been detected as having genetic differences between Inpari 30 because it has a coefficient of resemblance to Padi Cabacu of 86%. Based on the agronomical characteristic it is relatively close to Padi Cabacu.
Kata Kunci : Inpari 30, Situ Bagendit, kekeringan, DNA eksogen tanaman, seleksi berbantu penanda