IMPLEMENTASI INFORMED CONSENT Di RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PANGKAL PINANG
Muhammad Ukasyah, RA Antari Innaka T., S.H., M.H
2012 | Tesis | S2 Magister KenotariataanTujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengkaji implementasi atau pelaksanaan informed consent di Rumah Sakit Umum Daerah Pangkal Pinang dan untuk mengetahui kemungkinan peran notaris daiam pembuatan akta informed consent. Penelitian ini merupakan penelitian hukum yang bersifat yuridis empiris yaitu penelitian yang dilakukan untuk mendapatkan data primer yang berkenaan dengan hal-hal yang ada dilapangan, serta bahan-bahan yang menyangkut materimateri yang berhubungan dengan topik penelitian sebagai data sekunder. Kemudian dari data-data tersebut akan dianalisis secara kualitatif dengan metode deskriptif. Berdasarkan Penelitian, diperoleh basil bahwa: (1) Pelaksanaan informed consent pada kesepakatan dalam transaksi terapeutik di Rumah Sakit Umum Daerah Pangkal Pinang masih belum terlaksana dengan baik dalam arti masih banyak mengandung kekurangan terhadap kelengkapan dalam memberikan penjelasan atau informasi yang meliputi diagnosis dan tata cara tindakan kedokteran, tujuan tindakan kedokteran yang dilakukan, alternative tindakan lain, dan risikonya; risiko dan komplikasi yang mimgkin teijadi; dan prognosis terhadap tindakan. (2) Kesepakatan para pihak dalam transaksi terapeutik terutama terhadap tindakan kedokteran yang mengandung risiko tinggi dapat dimungkinkan dituangkan ke dalam akta notaris sehingga memiliki nilai pembuktian sempuma demi memberi perlindungan hukum kepada para pihak. Kata Kunci: Informed consent^ terapeutik, notaris.
The purpose of this research is to know and review on informed consent or the implementation of regional general hospital of pangkal pinang and to know a notary role in making the deed informed consent. this research is the study that is both empirical of juridical law , namely the research carried out in order to obtain primary data with respect to the matters for which there are dilapangan, materials, materials, as well as that which concerns related to the topic of data on research as secondary, then it will be an analysis of the data in a qualitative manner with the method of descriptive. Based on the research, obtained the result that: (1 ) the implementation of the agreement on informed consent in a therapeutic in RSUD Pai^kal Pinang have not run well in a sense still many containing demerit to completeness in giving the explanation or information which includes the diagnosis and procedures of the act of medicine, the purpose of the act of medicine that done, an alternative the act of others, the risks are ; and complications and the risk of possible; and the prognosis of action. { 2) the agreement of the parties in a therapeutic especially against the act of medicine containing a high risk can be possible is poured into a notarial deed so as to have perfect probative value to give legal protection to the parties. Keywords: Informed consent, therapeutic, notary.
Kata Kunci : Informed consent^ terapeutik, notaris