PENGARUH PERTUMBUHAN EKONOMI DAN PEMBANGUNAN MANUSIA TERHADAP KETIMPANGAN WILAYAH DI KAWASAN SUBOSUKAWONOSRATEN TAHUN 2013-2017
FAUZIA ZAHRA OVA RASYIDA, Dr. Luthfi Muta'ali, S.Si., M.T.
2019 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAHPertumbuhan ekonomi Kawasan Subosukawonosraten melebihi Pertumbuhan ekonomi Indonesia yaitu 5,81 persen. Kawasan Subosukawonosraten memiliki pusat kegiatan ekonomi yang berada di Kota Surakarta sehingga perlu diiringi dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut supaya kesenjangan wilayah tidak semakin tinggi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui distribusi setiap variabel; mengetahui hubungan antar variabel; mengetahui pengaruh Pertumbuhan ekonomi dan pembangunan manusia terhadap ketimpangan wilayah; dan merumuskan rekomendasi pengembangan wilayah. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa data panel yang meliputi data silang tempat (cross section) 7 kabupaten/kota dan data silang waktu (time series) selama 5 tahun yaitu dari tahun 2013-2017 yang diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik. Data dianalisis dengan metode deskriptif kuantitatif. Teknik analisis data yang digunakan analisis Laju Pertumbuhan ekonomi (LPE), Indeks Pembangunan Manusia (IPM), ketimpangan wilayah, shift-share, korelasi pearson, tipologi hubungan, dan regresi data panel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kabupaten Sragen memiliki nilai pertumbuhan ekonomi tinggi, Kota Surakarta memiliki nilai pembangunan manusia, dan ketimpangan wilayah yang tinggi, sedangkan Kabupaten Wonogiri memiliki nilai terendah dari ketiga variabel tersebut. Terdapat hubungan positif dari hubungan antar variabel dan terbentuk tipologi hubungan yang membedakan tipe kota dan kabupaten. Hasil persamaan regresi menunjukkan variabel pertumbuhan ekonomi memiliki pengaruh yang paling besar yaitu 3,60 persen, diikuti oleh dummy berpengaruh sebesar 0,014 persen, dan pembangunan manusia memiliki pengaruh terhadap penurunan ketimpangan sebesar 0,0503 persen. Segitiga tipologi yang terbentuk membagi 7 kabupaten/kota menjadi 5 tipe wilayah. Rekomendasi pengembangan wilayah yang diberikan memperhatikan tipe wilayah, karakteristik wilayah, sektor pembentuk PDRB, dan disesuaikan dengan misi tiap kabupaten/kota yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
The economic growth of Subosukawonosraten area exceeds the economic growth of Indonesia for 5.81%. The economic center of this area is Surakarta City, and thus, this city requires the improvement of community welfare to decrease regional disparity. This study aims to investigate the distribution of each variable; identify the relation of each of the variable; investigate the influence of economic growth and human development on regional disparity; and formulate several recommendations for area development. This study employed secondary data in the form of panel data which consisted of cross-sectional data from seven regencies/city and time series from five years (2013-2017). The data were issued by Central Bureau of Statistics of Indonesia. The collected data were analyzed by utilizing descriptive qualitative method. Meanwhile, the techniques of data analysis of this study were analysis of economic growth rate, human development index, regional disparity, shift-share, Pearson correlation, typology klassen, and panel data regression. This study reveals that Sragen has the highest level of economic growth, Surakarta City has the highest level of human development and regional disparity while Wonogiri has the lowest level. Each of the variables has positive relation, and they create typological relation distinguishing regency from city. The result of regression equation indicates that the variable of economic growth has the biggest influence on decreasing regional disparity for 3.06%, followed by dummy for 0.014%, and human development for 0.003%. The created triangle typology partitions the seven regencies/cities into five region types. This study recommends that the development of the areas must consider the region types, regional characteristics, determinants of Gross Regional Domestic Product, and mission of each regency/city as stated in Regional Medium-term Development Plan.
Kata Kunci : Pertumbuhan ekonomi, pembangunan manusia, ketimpangan wilayah, pengembangan wilayah.