Laporkan Masalah

Keterpaduan Upaya Pelestarian Kawasan Pusaka Nagari Pariangan Kabupaten Tanah Datar

Mutia Penita Putri, Dr. Ir. Dwita Hadi Rahmi, MA

2019 | Skripsi | S1 PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA

Seiring perkembangan kota, keberadaan kawasan pusaka dan benda cagar budaya menjadi terancam. Hal ini menyebabkan pentingnya dilakukan upaya pelestarian yang terpadu dengan baik. Nagari Pariangan merupakan salah satu kawasan yang masih melakukan upaya pelestarian hingga saat ini. Nagari ini merupakan salah satu kawasan yang penting dalam sejarah perkembangan budaya Minangkabau dan masih memiliki banyak bangunan tradisional serta benda-benda cagar budaya. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya apa saja yang dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat dalam melestarikan kawasan pusaka Nagari Pariangan. Tujuan lainnya yaitu untuk mengidentifikasi bagaimana keterpaduan dalam kedua upaya tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deduktif kualitatif. Teori-teori terkait dengan penelitian menjadi dasar untuk mendukung variabel penelitian. Unit amatan berupa kawasan Nagari Pariangan dengan unit analisis yaitu upaya pelestarian oleh pemerintah dan masyarakat. Data yang digunakan untuk menjawab pertanyaan penelitian adalah hasil wawancara, observasi, dokumentasi dan data sekunder. Hasil dari penelitian ini yaitu upaya pelestarian yang dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat sudah cukup baik dan terpadu. Upaya pelestarian oleh pemerintah berupa kebijakan, peraturan, kelembagaan, sosialisasi, inventarisasi dan promosi. Sementara itu, upaya masyarakat berupa tindakan merawat dan melestarikan yang dilatarbelakangi oleh motivasi yang kuat dan masih kentalnya budaya dan adat istiadat setempat. Ketentuan tanah ulayat menyebabkan masyarakat terikat pada ketentuan kaum, sehingga baik pemerintah maupun masyarakat dalam tindakan terhadap benda warisan budaya yang ada diatur oleh adat.

Along with the development of city, the existence of heritage areas and cultural heritage object is threatened. This led to the importance of a well-integrated conservation effort. Nagari Pariangan, which is the oldest Nagari in Minangkabau, is one of the area who is still carrying out the conservations efforts, until today. Nagari Pariangan is the important areas in the history of the development of Minangkabau culture and still has many traditional buildings and cultural heritage objects. The purpose of this study was to find out the efforts by government and community in preserving Nagari Pariangan heritage area. Another purpose is to find out how the integration between these efforts. This study uses a qualitative deductive method. Theories related to research are the basis for supporting research variables. The unit of observation was Nagari Pariangan and analysis unit were the preservation efforts by government and community. The data used to answer the questions were interview result, observation, documentation and secondary data. The results of this study was those conservation efforts carried out by government and community have been quiet good and integrated. Government efforts in the form of policies, regulations, institutions, socialization, inventory and promotion. Meanwhile, community efforts in the form of caring for and preserving are motivated by strong motivations and strong cultural and local customs. The provisions of ulayat land have caused the community to be bound by the provisions of the people, so that both the government and community in their actions of existing cultural heritage objects are regulated by local wisdom.

Kata Kunci : Kawasan Pusaka, Keterpaduan, Pelestarian, Upaya, Pariangan

  1. S1-2019-381176-abstract.pdf  
  2. S1-2019-381176-bibliography.pdf  
  3. S1-2019-381176-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-381176-title.pdf