Laporkan Masalah

PENERAPAN SISTEM VERIFIKASI LEGALITAS KAYU PADA PELAKU INDUSTRI PRIMER HASIL HUTAN KAYU DI KECAMATAN CILONGOK, KABUPATEN BANYUMAS, PROVINSI JAWA TENGAH

NUR ANISAH ULFAH, Teguh Yuwono, S.Hut., M.Sc.

2019 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Keberadaan hutan saat ini mulai terganggu salah satunya disebabkan oleh praktik illegal logging. Dalam upaya menekan laju illegal logging pemerintah Indonesia menerapkan Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK). SVLK wajib dipatuhi oleh semua Unit Manajemen dan juga usaha rakyat. Penelitian ini berangkat dari masalah bahwa SVLK sepi peminat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi dan penerapan SVLK pada industri primer hasil hutan kayu di Kecamatan Cilongok; Mengetahui manfaat dan harapan SVLK bagi pelaku industri primer hasil hutan kayu; dan Mengetahui strategi penerapan SVLK yang efektif pada industri primer hasil hutan kayu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei untuk mendapatkan data mengenai penerapan SVLK. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara secara mendalam (in-dept interview), observasi, dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan adalah deskriptif analitis dan analisis SOAR, selain itu digunakan tabulasi untuk mempermudah analisis data. Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa penerapan SVLK pada industri primer hasil hutan kayu di Kecamatan Cilongok baru tujuh industri saja yang menerapkan. Persepsi para pelaku industri terhadap SVLK berbeda-beda. Manfaat SVLK salah satunya memudahkan dalam mengirim barang (kayu). Harapan yang dimiliki oleh pelaku industri salah satunya biaya pembuatannya yang terjangkau. Berdasarkan analisis SOAR terdapat tiga analisis strategi. Alternatif strategi tersebut adalah optimalisasi kegiatan sosialisasi untuk mewujudkan penerapan SVLK lebih baik di Kecamatan Cilongok, penetapan biaya yang terjangkau dan persyaratan yang mudah dipenuhi untuk mencapai penerapan SVLK secara menyeluruh, dan disediakannya pasar khusus bagi pemilik SVLK untuk membuka peluang pasar yang lebih besar baik pasar nasional maupun internasional.

Forest existence is disrupted by illegal logging. Indonesian government implemented the Timber Legality Assurance System (TLAS). TLAS must be obeyed by all Management Units and also Enterprises. This research driven from less concerned issues about TLAS in Cilongok District. The research aims to uncover the perception and application of TLAS in the primary timber industry manufacturers in Cilongok District; Discover the benefits and expectations from TLAS for industries; and Discover strategies to apply affective TLAS in the primary timber industry manufacturers. Quantitative approach with survey method is done to obtain data about implementation of TLAS. In-depth interview, observation, and documentation were done to collect all the data. The analysis used in this research was descriptive analysis, SOAR analysis and tabulation to simplify data. The results of this research showed us that the implementation of TLAS in the primary timber industry manufacturers in Cilongok District only applied by seven industries. The perceptions of industry players on the TLAS is different. One of the benefits of SVLK is to facilitate the delivery of goods (timber). One of the expected facilities from TLAS is affordable costs. Based on SOAR analysis there are three strategy analyzes. There are optimization in spreading the information to make better implementation of TLAS in Cilongok District, affordable costs and ease requirement to apply TLAS widely, and provide markets for license 's owners to open greater market opportunities both national and international markets.

Kata Kunci : Persepsi, SVLK, Industri Primer Hasil Hutan Kayu,Analisis SOAR,Perception,TLAS,Primary Timber Industry Manufacturers,SOAR Analysis

  1. S1-2019-382905-abstract.pdf  
  2. S1-2019-382905-bibliography.pdf  
  3. S1-2019-382905-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-382905-title.pdf