UPAYA PENGURANGAN RISIKO BENCANA KEBAKARAN TERHADAP BANGUNAN TRADISIONAL DI KAWASAN CAGAR BUDAYA KOTAGEDE
IBNU SYADZALI, Andi Putranto, S.S., M.Sc.
2019 | Skripsi | S1 ARKEOLOGIKawasan Cagar Budaya Kotagede merupakan sebuah kawasan permukiman dengan banyak bangunan Warisan Budaya dan Cagar Budaya yang sebagian besar bahan penyusunnya merupakan bahan kayu. Bangunan-bangunan tersebut antara lain berupa bangunan rumah tradisional Jawa, rumah kalang, dan masjid tradisional. Bangunan berbahan kayu sangat rentan terhadap bencana kebakaran. Bencana kebakaran merupakan bencana yang dapat direduksi kemungkinan terjadinya. Penelitian ini berusaha menerapkan konsep Disaster Risk Management (DRM) untuk mengkaji risiko bencana kebakaran di Kawasan Cagar Budaya Kotagede. Penerapan konsep DRM dalam penelitian ini difokuskan pada tahap sebelum terjadinya bencana (before disaster) yaitu dengan mengidentifikasi faktor-faktor risiko bencana kebakaran terhadap bangunan tradisional yang ada di Kawasan Cagar Budaya Kotagede dengan tujuan untuk membuat rekomendasi upaya pengurangan risiko bencana kebakaran dalam bentuk upaya pencegahan, mitigasi, dan kesiapsiagaan darurat berdasarkan faktor-faktor risiko yang teridentifikasi. Data dalam penelitian ini berupa kondisi bangunan tradisional dan komponen fisik Kawasan Cagar Budaya Kotagede terkait sumber faktor bahaya dan kerentanan bencana kebakaran. Data kondisi bangunan tradisional diperoleh melalui survei terhadap bangunan-bangunan tradisional yang dipilih berdasarkan bahan penyusunnya yang merupakan bahan kayu serta mewakili tiap-tiap jenis bangunan yang telah memiliki status Warisan Budaya atau Cagar Budaya di Kawasan Cagar Budaya Kotagede. Data yang diperoleh kemudian diidentifikasi untuk memperoleh faktor-faktor risiko yang ada dengan analisis deskriptif. Selanjutnya faktor-faktor risiko yang telah diidentifikasi dikomparasikan dengan teori-teori penanggulangan bencana kebakaran untuk membuat upaya-upaya pengurangan risiko yang tepat. Berdasarkan faktor-faktor risiko yang telah diidentifikasi, upaya pengurangan risiko yang dapat dilakukan berupa peningkatan keamanan instalasi listrik pada bangunan tradisional, pelatihan dengan tujuan meningkatkan kapasitas masyarakat serta pembinaan terkait bahaya kebakaran, dan evaluasi tata ruang untuk perencanaan pembangunan wilayah Kawasan Cagar Budaya Kotagede yang terintegrasi dengan panduan program pengurangan risiko bencana kebakaran.
Kotagede Cultural Heritage Area is a residential area with many Cultural Heritage buildings which are mostly made out of wood. Those buildings are Javanese traditional houses, Kalang houses, and traditional mosques. Wooden buildings are very vulnerable to fire disaster. The likelihood of fire disaster occurrence can be reduced. This research tries to apply the concept of Disaster Risk Management (DRM) to assess the risk of fire disaster in Kotagede Cultural Heritage Area. The application of DRM concept in this study focused on the before disaster stage by identifying fire disaster risk factors on traditional buildings in Kotagede Cultural Heritage Area with the aim of making recommendations for fire disaster risk reduction measures such as prevention, mitigation, and emergency preparedness measures based on identified risk factors. The data for this research are condition of traditional buildings and physical component of Kotagede Cultural Heritage Area related to causes and vulnerability factors of the fire disaster. The data of traditional building conditions obtained through surveys of traditional buildings chosen based on their constituent materials which are wood materials and represent each type of buildings that have the status of Cultural Heritage in the Kotagede Cultural Heritage Area. Those data will be identified to obtain the risk factors with descriptive analysis. Existing risk factors that have been identified will be compared with fire disaster prevention and mitigation theories to create appropriate risk reduction measures. Based on the risk factors that have been identified, the risk reduction measures that can be taken are; improving the electrical installation safety at the traditional building, organizing a community education for building up the community’s capacity to deal with fire hazard, conducting spatial evaluation for a disaster risk reduction program integrated with Kotagede Cultural Heritage Area development plan.
Kata Kunci : risiko bencana, bencana kebakaran, bangunan tradisional, Kotagede