Laporkan Masalah

Valuasi Ekonomi dan Skenario Pengelolaan Ekosistem Mangrove di Wilayah Pesisir Desa Jangkaran, Kabupaten Kulonprogo

Dwike Ariestantya, Dr. Rika Harini, S.Si., M.P.

2019 | Skripsi | S1 GEOGRAFI LINGKUNGAN

Ekosistem mangrove memiliki multi fungsi, selain fungsi ekonomi juga fungsi lingkungan. Pengelolaan ekosistem mangrove dengan proporsi yang baik akan menghasilkan manfaat secara optimal. Penelitian dilakukan di wilayah pesisir Desa Jangkaran Kabupaten Kulonprogo yaitu di sebelah barat muara Sungai Bogowonto yang meliputi dua dusun yaitu Dusun Pasirkadilangu dan Pasirmendit. Tujuan dari penelitian ini untuk mengkaji (1) Potensi pengelolaan ekosistem mangrove, (2) Nilai ekonomi total ekosistem mangrove, dan (3) Skenario yang dapat dijadikan prioritas untuk pengelolaan ekosistem mangrove. Pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan spasial dan ekologi. Pendekatan tersebut terkait dengan pola pemanfaatan lahan yang dilakukan oleh manusia dan pengaruhnya terhadap kondisi lingkungan. Sumber data terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari hasil wawancara terstruktur dan data sekunder diperoleh dari telaah pustaka dan data instansi. Responden terbagi menjadi dua sub-populasi yaitu (1) Masyarakat yang terlibat langsung terhadap pengelolaan ekowisata dan tambak dan (2) Wisatawan. Teknik pengambilan sampel untuk masyarakat menggunakan metode Proportionate Random Sampling dan untuk wisatawan menggunakan Accidental Sampling dan Quota Sampling. Pengolahan dan analisis dilakukan dengan metode RAPFISH, Total Economi Value (TEV), dan Cost-Benefit Analysis (CBA). Hasil dari penelitian yaitu: (1) Potensi pengelolaan ekosistem mangrove berdasarkan analisis multidimensi menunjukkan bahwa pengelolaan ekosistem mangrove cukup berkelanjutan dengan nilai indeks yaitu 62,48, (2) Nilai ekonomi total ekosistem mangrove di wilayah pesisir Desa Jangkaran yaitu Rp.93.987.968.526/tahun. Nilai manfaat tidak langsung memberikan kontribusi yang paling besar menunjukkan jasa ekosistem mangrove terhadap kelestarian lingkungan sangat besar, dan (3) Skenario yang dapat dijadikan prioritas untuk pengelolaan ekosistem mangrove yaitu skenario alternatif III dengan luasan hutan mangrove dan tambak pada proporsi ideal yaitu 50 : 50 yang mana kondisi tersebut dapat menguntungkan baik secara ekonomi dan ekologi.

Mangrove ecosystems have multiple functions, not only economic functions but also environmental functions. Management of mangrove ecosystems with good proportions will produce benefits optimally. The research is located in the coastal area of Jangkaran Village, Kulonprogo Regency, which is on the west of the mouth of the Bogowonto River which includes two sub-village. The sub-village are Pasirkadilangu and Pasirmendit. The purpose of this study is to examine (1) the potential management of mangrove ecosystems, (2) the total economic value of mangrove ecosystems, and (3) scenarios that can be prioritized for the management of mangrove ecosystems. The approach used is a spatial and ecological approach. This approach is related to land use patterns carried out by humans and their effects on environmental conditions. The data source consists of primary data and secondary data. Primary data is obtained from the results of structured interviews and secondary data obtained from literature review and agency data. Respondents are divided into two sub-populations, namely (1) Communities directly involved in ecotourism and farm management and (2) Travelers. The sampling technique for the community uses the Proportionate Random Sampling method and for tourists using Accidental Sampling and Quota Sampling. Processing and analysis were carried out using the RAPFISH method, Total Economic Value (TEV), and Cost-Benefit Analysis (CBA). The results of the study are: (1) The potential for mangrove ecosystem management based on multidimensional analysis shows that the management of mangrove ecosystems is quite sustainable with an index value of 62.48, (2) The total economic value of the mangrove ecosystem in the coastal area of Jangkaran Village is Rp. 93,987,968,526/year. The value of indirect benefits contributes the most to showing the services of mangrove ecosystems to environmental sustainability is very large, and (3) Scenarios that can be prioritized for the management of mangrove ecosystems are alternative III scenarios with an area of mangrove forests and ponds in the ideal proportion of 50: 50 which can benefit both economically and ecologically.

Kata Kunci : mangrove, tambak, potensi, nilai ekonomi total, skenario prioritas/ mangrove, pond, potential, total economic value, priority scenario

  1. S1-2019-377513-abstract.pdf  
  2. S1-2019-377513-bibliography.pdf  
  3. S1-2019-377513-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-377513-title.pdf