PENGARUH PARIT BERBAHAN ORGANIK DAN TAKARAN PUPUK KCL TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL PADI GOGO PADA SISTEM AGROFORESTRI KAYU PUTIH
PUTRI RATNASARI, Dr. Ir. Eko Hanudin, M.P ; Prof. Dr. Ir. Tohari, M.Sc.; Priyono Suryanto, S. Hut., M.P., Ph.D
2019 | Tesis | MAGISTER AGRONOMIProduksi padi dapat diupayakan melalui ekstensifikasi, yaitu dengan penggunaan lahan-lahan yang belum dimanfaatkan. Salah satu lahan yang dapat digunakan untuk ekstensifikasi padi di D.I.Yogyakarta adalah lahan kayu putih di Playen (sistem agroforestri). Selain untuk meningkatkan penggunaan lahan, dapat juga meningkatkan pendapatan petani dan fungsi ekologis. Namun, sistem ini memiliki faktor pembatas yaitu ketersediaan air yang hanya mengandalkan air hujan sehingga perlu pengelolaan air dan pemupukan yang tepat untuk memenuhi kebutuhan air dan unsur hara untuk mendukung pertumbuhannya. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh penggunaan parit berbahan organik dan takaran KCl terhadap pertumbuhan dan hasil padi gogo (Situ Patenggang) pada sistem agroforestri kayu putih. Penelitian dilaksanakan di Resort Pengelolaan Hutan Menggoran, Bleberan, Playen, Gunung Kidul pada bulan Maret-Agustus 2018. Penelitian disusun berdasarkan rancangan split plot dengan 3 blok sebagai ulangan. Faktor pertama adalah penggunaan parit berbahan organik, sedangkan takaran KCl sebagai faktor kedua. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis varian (Anova) pada taraf 5%, apabila terdapat beda nyata antar perlakuan dilanjutkan dengan uji Tukey-HSD dengan taraf 5%. Hasil menunjukkan kedua perlakuan berpengaruh positif terhadap kadar lengas, pertumbuhan, fisiologis, dan hasil padi gogo dibandingkan tanpa perlakuan. Produktivitas padi gogo pada kombinasi perlakuan parit berbahan organik dengan takaran KCl 200 kg.hektar-1 memberikan hasil tertinggi daripada perlakuan lain, yaitu dengan produktivitas taksiran sebesar 3,668 ton.hektar-1. Hal ini disebabkan karena ketersediaan air menjadi lebih terpenuhi, sehingga mendukung pertumbuhan dan hasil yang optimal.
Rice production can be sought through extensification using sub-optimal lands. One type of land that can be used for extensification of rice in D.I. Yogyakarta is eucalyptus agroforestry system in Playen, Gunung Kidul. In addition to increasing land use, it can also increase farmers' income and ecological functions. However, this system has limiting factors such as the availability of water that only relies on rain, so it needs proper water management and fertilization to meet water and nutrient requirements to support rice growth. This study aimed to the effect of the use of organic trenches and the dose of KCl on the growth and yield of upland rice (Situ Patenggang) in eucalyptus agroforestry systems. The study was conducted at the Menggoran Forest Management Resort, Bleberan, Playen, Gunung Kidul in March-August 2018. The study was compiled based on a split plot design with 3 blocks as replications. The first factor was the use of organic trenches, while the KCl dose was the second factor. The results showed both treatments had a positive effect on soil moisture content, growth, physiology, an id upland rice yields compared to without treatment. Due to the availability of water in the soil becomes higher, thus supporting the growth and yield of upland rice optimally.
Kata Kunci : Organic Trenches, KCl, Situ Patenggang, Agroforestry, Eucalyptus