Laporkan Masalah

Laju Pertumbuhan Beberapa Varietas Tanaman Padi (Oryza sativa L.) Pada Metode System of Rice Intensification (SRI)

Faizal Fuadi Puristiawan, Bayu Dwi Apri Nugroho, STP, M.Agr, Ph.D ; Rizki Maftukhah, STP, M.Sc

2019 | Skripsi | S1 TEKNIK PERTANIAN

Tujuan penelitian ini untuk membandingkan respon varietas tanaman padi pada perbedaan pemberian air irigasi dengan membandingkan evapotranspirasi potensial (ETo), evapotranspirasi aktual (ETa), dan efisiensi penggunaan air (EPA). Lebih lanjut, penelitian ini bertujuan untuk memprediksi pertumbuhan tanaman padi pada perbedaan varietas dan pemberian air irigasi. Rancangan acak lengkap (RAL) menggunakan varietas IR64 (A), Ciherang (B), Merah (C), Hitam (D) dan irigasi (SRI / S dan konvensional / control / K). Budidaya SRI menggunakan pemberian air macak-macak (air tidak tergenang diatas permukaan tanah), sedangkan konvensional menggunakan pemberian air tergenang hingga 5 cm. Respon pertumbuhan tanaman yang diamati antara lain tinggi tanaman, jumlah anakan, jumlah daun, jumlah klorofil, kekerasan batang, dan hasil panen / produksi. Annova dua arah dan anlisis grafik digunakan untuk membandingkan perbedaan pertumbuhan tanaman padi. ETo dihitung menggunakan persamaan Penman-Monteith dan ETa dengan persamaan neraca air. Model matematika digunakan untuk memprediksi pertumbuhan tanaman padi (tinggi tanaman dan jumlah anakan). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada SRI mengalami perbedaan yang signifikan pada perbedaan varietas (p<0,05). Varietas Ciherang dan Merah mengalami pertumbuhan tanaman yang signifikan pada SRI dibandingkan konvensional. Nilai ETo pada daerah penelitian sebesar 5,56 mm/hari. Pada metode SRI nilai ETa tertinggi diapat pada varietas Merah / C (4,23 mm/day), sedangkan nilai terendah pada varietas Hitam / D (3,61 mm/hari). Pada metode konvensional nilai ETa tertinggi diapat pada varietas Hitam / D (4,78 mm/day), sedangkan nilai terendah pada varietas Ciherang / B (3,55 mm/hari). Pada metode SRI nilai EPA tertinggi diapat pada varietas Merah / C (0,052 gram/mm), sedangkan nilai terendah pada varietas Hitam / D (0,035 gram/mm). Pada metode konvensional nilai EPA tertinggi diapat pada varietas IR64 / A (0,063 gram/mm), sedangkan nilai terendah pada varietas Ciherang / B (0,030 gram/mm). Persamaan monomolekuler dan eksponen polinomial cocok untuk memprediksi tinggi tanaman dan jumlah anakan (R2 > 0.9; R2 > 0.7).

The purpose of this study was to compare the response of rice plant varieties to the difference irrigation method by comparing rate of potential evapotranspiration (ETo), actual evapotranspiration (ETa) and water use efficiency (WUE). Moreover, this study aimed to predict rice plant growth in different varieties and irrigation method. A Completely Randomized Design (CRD) was used varieties IR64 (A), Ciherang (B), red rice (C), and black rice (D) and irrigation (SRI / S and conventional / Control / K). SRI cultivation was used shallow water depth irrigation, whereas conventional was used continuous flooding with water depth around 5 cm. The responses of plant were plant height, number of tillers, number of leaves, amount of chlorophyll, stem hardness, and yield. Annova two way and graph analysis were adopted to compare different rice growth. ETo was calculated by using Penman-Monteith equation and ETa by water balance equation. Mathematical model was used to predict rice plant growth. The results showed that SRI was significantly increase rice growth in different rice varieties (p<0.05). The Ciherang and Merah varieties had a significantly response to plant growth in the SRI compared to conventional. ETo in the study area was 5.56 mm/day. The highest ETa under SRI was red rice / C (4,23 mm/day), while the lowest values was Hitam variety / D (3,61 mm/day). The highest ETa under conventional was black rice / D (4,78 mm/day), while the lowest values was Ciherang variety / B (3,55 mm/day). The highest EPA under SRI value was obtained in the Merah variety (0,052 gram/mm) and the lowest was in the Hitam variety (0,035 gram/mm). The highest EPA under conventional value was obtained in the IR64 variety (0,063 gram/mm) and the lowest was in the Ciherang variety (0,030 gram/mm). Monomolecular and polynomial exponential equations were valid to predict rice plant height (R2 > 0.9; R2 > 0.7 respectively).

Kata Kunci : varietas, SRI, irigasi, model matematika, pertumbuhan

  1. s1-2019-379198-bibliography.pdf  
  2. s1-2019-379198-tableofcontent.pdf