Perlindungan Konsumen Dalam Transaksi Jual-Beli GItar Custom Dengan SIstem Pre-Order Melalui Instagram di Kota Surakarta
KENANG RAFLI WICAKSONO ADI, Taufiq El Rahman, S.H., M.Hum.
2019 | Skripsi | S1 HUKUMPenelitian ini memiliki 2 (dua) tujuan yang hendak dicapai, yaitu untuk Untuk mengetahui keabsahan perjanjian jual beli gitar custom dengan sistem Pre-Order melalui Instagram antara penjual gitar custom dengan konsumen di Kota Surakarta dan untuk mengetahui bentuk perlindungan hukum bagi pembeli yang diberikan oleh para penjual gitar custom di Kota Surakarta apabila terjadi wanprestasi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Sifat dari penelitian ini adalah normatif empiris. Hal ini dikarenakan dalam pembahasannya menggunakan data primer sebagai sumber data utama disamping data dari penelitian kepustakaan Teknik yang digunakan dalam penelitian ini yaitu non random sampling dengan jenis sample purposive sampling. Sampel yang diambil secara acak berjumlah 3 orang penjual gitar custom dan 5 orang konsumen berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa perjanjian jual beli gitar custom yang terjadi merupakan perjanjian elektronik melalui Instagram. Perjanjian ini juga telah sah karena telah memenuhi unsur syarat sah perjanjian pada Pasal 1320 KUHPerdata. Wanprestasi yang sering terjadi pada perjanjian ini berupa keterlambatan produksi gitar dan ketidaksesuaian hasil akhir gitar, mengenai bentuk perlindungan hukum yang diberikan para pelaku usaha sudah sesuai dengan Pasal 19 Undang-Undang Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen yaitu berupa refund, penggantian barang yang setara, dan pengaturan ulang gitar custom yang telah dipesan.
This legal research has two aims, which are to find out legality of sale and purchase agreement on customized guitar based on pre-order system through Instagram between merchant and consumer in Surakarta and to discover the form of protection for consumer given by the merchant in Surakarta in the event of default. This legal research is a qualitative research and falls into normative empirical legal research. This is because in the discussion, primary data is used as the main source in addition to data from library research. Technique used in this research is non-random sampling with purposive sampling. The samples taken were 3 customized guitar merchants and 5 consumers based on determined criteria. The conclusions of this research are that sale and purchase agreement on customized guitar occured is electronic agreement through Instagram. This agreement is also lawful because it fulfills the requirement of lawful agreement based on Article 1320 Indonesian Civil Code. Default which frequently occured in this agreement is delay of guitar production and noncomformity of the customized guitar, regarding legal protection given by the merchant is already in line with Article 19 of Act No. 8 of 1999 regarding Consumer Protection in a form of refund, equal replacement of goods, and re-set of customized guitar which is already ordered.
Kata Kunci : Perlindungan Konsumen, Perjanjian Elektronik, Wanprestasi