EVALUASI PENGELOLAAN HUTAN KEMASYARAKATAN DI DESA HARGOWILIS KECAMATAN KOKAP KABUPATEN KULONPROGO
BAYU PRASETIO, Wiyono, S.Hut., M.Si.
2019 | Tugas Akhir | D3 PENGELOLAAN HUTANHutan Kemasyarakatan (HKm) merupakan salah satu skema dari perhutanan sosial pengelolaan hutan yang melibatkan masyarakat. Pelibatan masyarakat ini selain bertujuan untuk meningkatkan kelestarian hutan, juga untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan sumberdaya hutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengelolaan HKm berdasarkan aspek kelola kelembagaan, aspek kelola kawasan, dan aspek kelola usaha. Evaluasi dilakukan dengan metode penilaian menggunakan indikator dan verifier yang dibuat oleh LSM Shorea sebagai pendamping pengelolaan HKm di Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini mengacu pada data penilaian yang telah dilakukan sebelumnya yaitu penilaian tahun 2006 dan 2014. Penelitian ini dilakukan dengan teknik obsevasi wawancara dan verifikasi dokumen berdasarkan indikator dan verifier pada panduan penilaian. Hasil penilaian dilakukan analisa secara kuantitatif berdasarkan tiga kategori yaitu baik, sedang, dan buruk serta dilakukan analisa deskriptif untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan pengelolaan HKm. Penelitian ini dilakukan tiga Kelompok Tani Hutan Kemasyarakatan (KTHKm) yaitu KTHKm Mandiri, KTHKm Menggerejo, dan KTHKm Sido Akur di Desa Hargowilis Kecamatan Kokap Kabupaten Kulon Progo. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengelolaan HKm di Desa Hargowilis dalam kategori baik sehingga kelestarian hutan terjaga dan kesejahteraan masyarakat meningkat. Faktor-faktor yang berpengaruh dalam perkembangan pengelolaan HKm di Desa Hargowilis meliputi faktor positif dan negatif. Faktor Positif yaitu kelembagaan, sumber daya manusi, kondisi sosial ekonomi, dan fasilitisasi dari pihak terkait, sedangkan faktor negatifnya yaitu kekurangan dana, sumber daya manusia, hasil tumpangsari yang menurun dan tidak adanya pasar.
Community Forestry (HKm) is one of the schemes of social forest management that involves the community. The involvement of this community is not only aimed at increasing forest sustainability, but also to improve community welfare through the use of forest resources. This study aims to evaluate the management of HKm based on institutional management aspects, regional management aspects, and aspects of business management. The evaluation was carried out using an assessment method using indicators and verifiers made by NGO Shorea as a companion to the HKm management in the Special Region of Yogyakarta. This research refers to the assessment data that has been carried out previously, namely the assessment of 2006 and 2014. This research was conducted with interview observation techniques and document verification based on indicators and verifiers in the assessment guide. The results of the assessment were carried out quantitatively based on three categories, namely good, medium, and bad, and descriptive analysis was carried out to determine the factors that influenced the development of HKm management. This research was conducted by three Community Forest Farmer Groups (KTHKm) namely KTHKm Mandiri, KTHKm Menggerejo, and KTHKm Sido Akur in Hargowilis Village, Kokap District, Kulon Progo Regency. The results showed that the management of HKm in the village of Hargowilis was in a good category so that forest preservation was maintained and community welfare increased. The factors that influence the development of HKm management in Hargowilis Village include positive and negative factors. Positive factors are institutional, human resources, socio-economic conditions, and facilitation of related parties, while the negative factors are lack of funds, human resources, decreased intercropping and the absence of markets.
Kata Kunci : Evaluasi, Hutan Kemasyarakatan, Pengelolaan, Community Forest, Evalution, Forest, Management