Laporkan Masalah

MICROSATELLITE INSTABILITY SEBAGAI FAKTOR PROGNOSTIK PADA PASIEN KANKER KOLOREKTAL DI RSUP DR. SARDJITO

SURYA BUDIMAN, Dr. Johan Kurnianda, SpPD, KHOM.; Dr. Susanna Hilda Hutajulu, Ph.D, SpPD, KHOM

2019 | Tesis-Spesialis | ILMU PENYAKIT DALAM

Kanker kolorektal merupakan kanker dengan insidensi 3 besar, dan angka ketahanan hidup pasien di Yogyakarta yang masih lebih rendah dibandingkan dengan literatur internasional. Mengetahui status microsatellite instability sebagai faktor prognostik pada pasien kanker kolorektal akan meningkatkan mutu pelayanan kepada mereka. Tujuan Penelitian. Penelitian bertujuan untuk mengetahui overall survival pasien kanker kolorektal berdasarkan status mikrosatelitnya dan mengetahui nilai MSI sebagai faktor prognostik pada pasien kanker kolorektal di RSUP Dr. Sardjito. Metode Penelitian. Penelitian kohort-retrospektif di RSUP Dr. Sardjito pada tahun 2016 sampai dengan 2019. Subyek penelitian adalah pasien kanker kolorektal yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis survival dengan menggunakan kurva kaplan meier dan hazard ratio dianalisis dengan metode cox regression. Hasil Penelitian. Subyek yang diteliti sebanyak 64 orang, di-follow-up selama rata-rata 35,6 bulan. Karakteristik MSI ditemukan terbanyak pada lokasi tumor di kolon, yaitu 50% (P=0,03) dan paling banyak pada derajat diferensiasi baik (33%), serta paling sedikit ditemukan pada derajat diferensiasi buruk, signet ring cell, atau musinous (P=0,04). Overall survival subyek MSI pada semua stadium adalah 52,44 bulan (SD +- 6,55), berbanding 48,58 bulan (SD +- 6,24) pada subyek dengan MSS (P=0,39), dan pada subyek stadium II dan III didapatkan 67,03 bulan (SD +- 9,55) pada subyek MSI dan 57,86 bulan (SD +- 7,96) pada subyek MSS (P=0,61). Karakteristik MSI terhadap MSS memiliki hazard ratio 1,35 (95%CI: 0,42- 4,39). Kesimpulan. Status mikrosatelit MSI tidak memiliki peran yang bermakna sebagai faktor prognostik yang lebih baik dibandingkan status mikrosatelit MSS pada pasien kanker kolorektal di RSUP Dr. Sardjito.

Colorectal cancer is a cancer with the third largest incidence, and has lower survival rate in Yogyakarta than international literature. Understanding microsatellite instability as a prognostic factor will improve the quality of care for the patients. Objective. To find out colorectal patientss overall survival based on their microsatellite instability status, and to detect wether microsatellite instability has a prognostic value or not in colorectal patients in Dr. Sardjito Hospital. Methods. This is a cohort-retrospective study conducted in Dr. Sardjito Hospital betwen 2016 until 2019. We reviewed colorectal cancer patients who met inclusion and exclusion criteria. Survival analysis was using kaplan meier curve, and hazard ratio by cox regression analysis. Results. A total of 64 patients were followed for an average of 35,6 months, MSI is mostly found in colon, which is 50% of all patients. MSI also found mostly in well differentiated tumor (33% of all patients). At all TNM stages, MSI patients have 52,44 months overall survival, compared with 48,58 months in MSS patients (P=0,39). At stage II and III, MSI patients have 67,03 months overall survival, longer than 57,86 months in patients with MSS, however, it is not statistically significant (P=0,61). Hazard ratio MSI to MSS was 1,35 (95%CI: 0,42- 4,39). Conclusion. MSI did not have a better and significant prognostic value compared with MSS in colorectal cancer patients in Dr. Sardjito hospital.

Kata Kunci : Microsatellite Instability, Kanker Kolorektal, RSUP Dr. Sardjito, Microsatellite Instability, Colorectal Cancer, Dr. Sardjito Hospital

  1. S2-2019-375420-abstract.pdf  
  2. S2-2019-375420-bibliography.pdf  
  3. S2-2019-375420-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2019-375420-title.pdf