Variasi Produksi Buah Nangka Uji Keturunan Half-Sib F2 pada Musim Kemarau dan Hujan di Wanagama I, Gunungkidul
LEONARDUS BIMA RATU, Ir. W. W. Winarni, M.P.; Dr. Dra. Winastuti Dwi Atmanto, M.P.
2019 | Skripsi | S1 KEHUTANANSampai saat ini, Yogyakarta masih kekurangan suplai buah nangka muda. Dalam mengantisipasi kekurangan suplai gori nangka ini, maka perlu dicari bibit-bibit nangka yang dapat menghasilkan buah selama satu tahun secara berkelanjutan. Salah satu caranya adalah melakukan budidaya tanaman nangka di Yogyakarta supaya dapat memenuhi kebutuhan gori. Fakultas Kehutanan UGM membuat pertanaman uji genetik nangka F1 di Karangmojo, Gunungkidul pada tahun 2000 dan dilanjutkan F2 di Gunung Kidul pada tahun 2012 dalam menanggapi permasalahan . Materi genetik pada pertanaman ini berasal dari 12 provenans berbeda. Namun hingga saat ini belum dicari seedlot nomor berapa yang berbuah setiap bulannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui musim buah setiap seedlot pada musim kemarau dan hujan dan mengetahui jumlah seedlot yang berbuah selama satu tahun. Penelitian ini dilakukan dengan cara melakukan inventarisasi 100% terhadap buah nangka yang sudah mencapai stadium 4 atau gori di lokasi pertanaman uji keturunan pada setiap minggu ke-4 di setiap bulan dalam periode 1 tahun dan mengukur tinggi serta diameter pada awal dan akhir bulan pengamatan. Pohon dengan tingkat kematangan buah yang cocok dicatat nomor blok, seedlot, dan treeplot-nya. Data pengaruh lingkungan dan tapak dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Data tinggi, diameter dan gori yang dihasilkan setiap bulannya dianalisis dengan analisis varians dan kemudian dilanjutkan dengan menguji heritabilitas dan korelasi genetik. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 8 seedlot berbeda yang mampu berbuah pada musim kemarau dan hujan. Hasil korelasi genetik antara diameter pohon dan jumlah buah menunjukkan hasil positif dengan angka 39,06% keragaman genetik diameter mempengaruhi keragaman genetik buah.
Supply of young jackfruit (gori) in Yogyakarta recently is still limited. To anticipate the lack of fruits, it is necessary to find the best provenances of jackfruit which can sustainably produce fruits every month. To fulfill the need of gori, therefore cultivation of jackfruit trees around Yogyakarta it is needed. Faculty of Forestry Universitas Gadjah Mada has established a genetic test-F1 of jackfruit in Karangmojo, Gunungkidul in 2000. The trial establishment continued for F2 and it was set in Wanagama, Gunungkidul in 2012. The genetic material source came from 12 different provenances. The aim of this research was to study fruiting season of each seedlot during dry and rainy season and find out the seedlots which produce fruit every year. This research was carried out by conducting a 100% inventory of seedlots that had reached at stage 4 (so-called gori). The observation was done every 4th week of each month during a year. Tree height and diameter were measured at the beginning and the end of observation. Individual tree with suitable fruit maturity was noted and then it was recorded the number of block, seedlot and treeplot. Environment data were recorded and analyzed qualitatively and quantitatively. Data of tree height and diameter and the number of gori fruiting every month were analyzed with analyze of variance. Heritability test and genetic correlation were calculated. The result of research showed that eight different seedlots producing fruit in dry and rainy season were observed. A positive correlation between diameter tree and number of fruits was found (39,06%). The genetic diversity in diameter affected the genetic diversity of fruits.
Kata Kunci : Nangka, uji keturunan, musim, buah, seedlot/ jackfruit, progeny test, season, fruit, seedlot