Laporkan Masalah

PERANAN PERHUTANAN SOSIAL TERHADAP PENDAPATAN PETANI DESA SEKITAR HUTAN (Studi Kasus di RPH Wuluhgede, BKPH Krobokan, KPH Telawa)

Iwan Kurnia Adi, Ir. Djuwadi, MS.

1999 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Program perhutanan sosial di RPH Wuluhgede bertujuan untuk mengurangi tingkat kebutuhan lahan garapan oleh masyarakat sekitar hutan. Masyarakat dusun Wuluhgede sebelum mengikuti program perhutanan sosial, merupakan pesanggem tumpangsari selama 2 tahun. Karena kebutuhan terhadap lahan garapan begitu besar, masyarakat masih melakukan kegiatan yang merusak kelestarian hutan seperti pencurian kayu dan pengembalaan temak di dalam hutan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran sosial ekonomi pesanggem di dusun Wuluhgede, pelaksanaan program perhutanan sosial dan pendapatan pesanggem dengan adanya program perhutanan sosial. Di dalam mencapai tujuan penelitian di atas, penelitian ini dilakukan secara purposive dan pengambilan sampel pesanggem dilakukan secara random. Untuk pengambilan data, disebarkan kuesioner dan observasi di lapangan. Selain itu, diperlukan data tambahan yang berasal dari kantor desa, kecamatan, kantor BKPH dan KPH. Data yang terkumpul dianalisis secara tabulatif dan deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data, gambaran kondisi sosial ekonomi pesanggem di dusun Wuluhgede adalah Iuas kepemilikan lahan tegal dan pekarangan yang sempit, pesanggem memiliki banyak temak yang memerlukan rumput, kurangnya usaha dari sektor selain dari sektor pertanian, tingkat pendidikan yang rendah serta perlunya bimbingan dan penyuluhan yang intensif harus tetap dilakukan. Sumber pendapatan pesanggem di dusun Wuluhgede ada 4 yaitu pendapatan dari lahan milik (25,28%), pendapatan dari lahan andil (27,05%), pendapatan dari temak (37,87%) dan pendapatan dari luar sektor pertanian (9.79%). Kontribusi program perhutanan sosial terhadap pendapatan petani pada berbagai strata kepemilikan lahan milik adalah strata I sebesar 25,88%, strata II sebesar 30,23%, strata HI sebesar 34,11% dan strata IV sebesar 18,14%. Pelaksanaan perhutanan sosial sudah cukup baik dengan dilaksanakannya berbagai kegiatan produktif KTH seperti pemanfaatan kredit dari Perhutani untuk penggemukan sapi, pemeliharan kambing gaduhan dan pengiriman anggota untuk kursus membuat pupuk kandang.

Kata Kunci : perhutanan sosial, sosial ekonomi, pendapatan

  1. S1-FKT-1999-90377-abstract.pdf  
  2. S1-FKT-1999-90377-bibliography.pdf  
  3. S1-FKT-1999-90377-tableofcontent.pdf  
  4. S1-FKT-1999-90377-title.pdf