Laporkan Masalah

Kelimpahan dan Pola Penggunaan Ruang oleh Komunitas Burung (Aves) dalam Pengelolaan Kebun Kopi di Bawah Tegakan Hutan di Hutan Kemuning

MUHAMMAD RAFI`UL AZI, Dr.rer.silv. Muhammad Ali Imron, S.Hut., M. Sc.

2019 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Kopi telah memainkan peran penting dalam mata pencaharian masyarakat di Desa Kemuning melalui penerapan praktik pengelolaan kebun kopi di bawah tegakan hutan. Masyarakat lokal dan Perum Perhutani Kedu Utara telah menerapkan Pengelolaan Hutan Berbasis Masyarakat (PHBM) dalam pengelolaan kopi. Pengelolaan kopi melibatkan kegiatan yang relatif intensif di Hutan Kemuning dan berpotensi menjadi gangguan habitat bagi komunitas burung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kelimpahan dan pola penggunaan ruang komunitas burung dalam pengelolaan kebun kopi di bawah tegakan hutan di Hutan Kemuning. Penelitian dilakukan pada bulan Desember 2018 hingga April 2019. Pengumpulan data aktivitas pengelolaan kebun kopi di bawah tegakan hutan dilakukan dengan menggunakan metode wawancara dan observasi lapangan, kemudian dianalisis menggunakan metode deskriptif kualitatif. Point count digunakan dalam mengestimasi kelimpahan burung. Pola penggunaan ruang oleh burung dicatat melalui pengamatan langsung. Masyarakat setempat mengembangkan kalender budidaya yang terdiri dari pemupukan, pembersihan gulma, dan pembuatan teras, dll. Selama pengamatan lapangan, pembersihan gulma dan pemotongan cabang dilakukan secara konsisten. Keenam kelompok berdasarkan jenis pakan (insektivora, omnivora, frugivora, nektarivora, dan granivora) telah menunjukkan penurunan kelimpahan pada bulan April 2019. Meskipun strata kanopi merupakan ruang vertikal yang paling banyak digunakan oleh komunitas burung, strata tumbuhan bawah merupakan ruang yang kurang digunakan oleh burung. Namun, pola yang berlawanan pada penggunaan strata tumbuhan bawah oleh insektivora dan omnivora ditemukan pada bulan Februari dan April 2019. Kelompok insektivora memiliki agregasi tertinggi pada bulan Februari 2019. Penyelidikan lebih lanjut tentang hubungan antara ketersediaan sumber daya dan praktik manajemen kopi akan memperbarui penelitian ini. Praktik kebun kopi yang ramah lingkungan dapat diterapkan sebagai alternatif untuk meningkatkan manajemen dan mendukung komunitas burung dalam pengelolaan kebun kopi di bawah tegakan hutan.

Coffee has been playing important roles for livelihood of people in Kemuning Village through the application of shade-grown coffee practices. Local people and Perum Perhutani (state-own forest company) of Kedu Utara have been implemented Community-Based Forest Management (CBFM) in the coffee management. The management of coffee involve relative intensive activities in the forest of Kemuning and is potentially disrubt habitat for bird communities. The purpose of this study is to determine the abundance and spatial patterns of bird community under the management of shade grown coffee in the Kemuning Forest. The study was conducted in December 2018 to April 2019. Data collection on shade grown coffee management activity was conducted using interview method and field observations, then analyzed by qualitative descriptive. Point count was used for estimating bird abundance. The spatial patterns by birds is recorded through direct observation. Local people developed cultivation calendar for fertilizing, cleaning weeds, and terraces making, etc. During field observation, weed control and branch cutting were consistently. All of six guilds (insectivorous, omnivorous, frugivorous, nectarivorous, granivorous) had shown a decrease in abundance during April 2019. While sub canopy was the most used vertical space by bird communities, the under-story was among the less used by birds. However, an opposite pattern on the use of understory by insectivorous and omnivorous was found in February and April 2019. The insectivorous guild had the highest aggregation in February 2019. Further investigation on the relationship between resources availability and coffee management practices will improve this study. While environmental coffee farm practices can be as alternative to improve the management and supporting bird communities in the shade grown coffee management.

Kata Kunci : kelimpahan, penggunaan ruang, kebun kopi, burung;Abundance, spatial patterns, shade coffee, birds

  1. S1-2019-366403-Abstract.pdf  
  2. S1-2019-366403-Bibliography.pdf  
  3. S1-2019-366403-Tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-366403-Title.pdf