PENGARUH REHABILITASI MANGROVE TERHADAP POPULASI NEKTON DI RPH CILACAP KPH BANYUMAS BARAT
ERNI ROESTIANA, Prof. Dr. Ir. H.Djoko Marsono, Dra. Emy Poedjirahajoe, M.P.
1998 | Skripsi | S1 KEHUTANANPenelitian ini dilaksanakan di kawasan rehabilitasi mangrove RPH Cilacap, BKPH Rawa Timur, KPH Banyumas Barat tepatnya kawasan mangrove sungai Jeruk Legi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi dan kerapatan vegetasi, nekton serta hubungan antara keduanya dengan faktor lingkungan yang mempengaruhi. Faktor lingkungan yang diamati adalah kandungan DO, CO2 terlarut, salinitas, suhu air dan pH. Untuk setiap parameter dilakukan analisis varians faktorial dengan perlakuan petak (3), arah tumbuh (darat dan laut) dan interaksi keduanya dilanjutkan uji duncan, kemudian dilakukan analisis regresi ganda (Multiple regression) untuk mengetahui hubungan nekton, vegetasi dan faktor lingkungan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada mangrove Cilacap terdapat 12 jenis vegetasi dan 15 jenis nekton dari 4 klas. Analisis varians kerapatan vegetasi menunjukan hasil yang signifikan pada masing-masing petak (taraf uji 5%). Analisis varians kepadatan nekton menunjukan signifikan pada petak dan arah tumbuh. Besarnya pengaruh vegetasi dan faktor lingkungan ditunjukan dengan persamaan Y = -24,53 + 0,04X, + 0,68X2 + 13,49X3 - 11,56X4 + 2,16X5 - 3.29X6 - 0,86X7 • Y adalah kepadatan nekton, X1 kerapatan seedling. X2 kerapatan sapling, X3 DO, X4 C02 terlarut, X5 salinitas, X6 pH air dan X7 suhu air. Nilai R2: 0.1465 artinya bahwa 14,65 % variabel bebas mempengaruhi populasi nekton di kawasan mangrove Cilacap.
Kata Kunci : Rehabilitasi mangrove, Populasi nekton