ANALISIS EFISIENSI PENGGUNAAN MODAL KERJA PADA CAMP SWAKELOLA LABANAN
Ari Susanti, Ir. Siswantoyo Dp., MS.
1998 | Skripsi | S1 KEHUTANANEkosistem hutan mempunyai tiga fungsi pokok yaitu fungsi produksi, perlindungan dan konservasi keanekaragaman hayati dan lingkungan serta fungsi sosial budaya. Dalam menjalankan fungsi produksinya, dampak degradasi lahan hutan tidak dapat dihindarkan. Oleh karena itu, pengelolaan hutan harus memperhatikan efisiensi, baik efisiensi ekonomi maupun ekologi atau dikenal dengan istilah ekoefisiensi. Dalam rangka melaksanakan ekoefisiensi ini, maka efisiensi dalam pengelolaan modal kerja sebagai salah satu unsur pembelanjaan perusahaan yang merupakan masalah sentral dalam perusahaan, perlu dilakukan agar tujuan perusahaan dapat dipenuhi atau dicapai secara optimal. Perusahaan pemegang konsesi Hak Pengusahaan Hutan (HPH) sebagai perusahaan yang berorientasi laba sudah saatnya memperhatikan hal ini dalam penyelenggaraan perusahaannya. Berdasarkan hal tersebut, maka dilakukan penelitian dengan judul "Analisis Efisiensi Penggunaan Modal Kerja pada Camp Swakelola Labanan". Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi penggunaan modal kerja yang telah dicapai perusahaan atas dasar data-data keuangan perusahaan. Metode analisis rasio harga pokok terhadap penjualan dan working capital turn over digunakan untuk mengetahui efisiensi penggunaan modal kerja dan penganggaran kas dilakukan untuk mengetahui besarnya kebutuhan modal kerja. Berdasarkan data-data keuangan perusahaan dan perhitungan serta perkiraan yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa kebutuhan modal kerja tahun 19% sebesar Rp 5.295.094.502,22, tahun 1997 sebesar Rp 6.574.298.718,96 dan perkiraan untuk tahun 1998 sebesar Rp 9.961.989.748,77 terdiri atas modal kerja primer dan modal kerja musiman. Rasio harga pokok terhadap penjualan pada tahun 1996 sebesar 73,91% dan pada tahun 1997 sebesar 68,13%. Working capital turn over sebesar 7,43 untuk tahun 1996 dan 6,23 untuk tahun 1997.
Forest ecosystem has three main purposes: production purposes, environment and biodiversity conservation, and social-culture improvement. In forest utilization for timber production, forest land degradation can not be avoided. Therefore, forest management has to consider both economy and ecology efficiency, that called ecoefficiency. As a factor of company expenditures, working capital management which is the central problem at companies, had to be efficient to achieve the objectives optimally. PT. Inhutani I, as a profit oriented company, had to start considering these. Based on these ideas, this research was conducted. The aims of the research is to determine the efficiency of working capital uses based on the financial data of this company. The effectivity of working capital uses is measured by ratio of basic price to sales and working capital turn over. To predict the needs of working capital, cash budgeting method is used. Based on the calculation and prediction, the working capital needs of 1996 is Rp 5.295.094.502,22; for 1997 is Rp 6.574298.718,96; and Rp 9.961.989.748,771998 for 1998, which consist of only primary and seasonal working capital. The efficiency of working capital uses which shown by ratio of basic price to sales of 1996 is 73,91%, and for 1997 is 63,18%. The working capital turn over of 1996 is 7,43 but for 1997 is 6,23.
Kata Kunci : efisiensi, modal kerja