PERANAN PENYADAPAN GETAH PINUS TERHADAP PENDAPATAN MASYARAKAT SEKITAR HUTAN Studi Kasus Di Desa Tugu Rejo Kecamatan Slahung Kabupaten Ponorogo Propinsi Jawa Timur
KAMALLUDIN, Ir. Djuwadi, MS.
1998 | Skripsi | S1 KEHUTANANDalam kondisi lapangan kerja yang sempit masyarakat sekitar hutan sangat mengharapkan tersedianya lapangan kerja sebagai sumber penghasilan di luar usaha tani. Salah satu upaya yang dilakukan oleh Perhutani adalah memberikan kesempatan kepada masyarakat sekitar hutan sebagai tenaga penyadap di sadapan getah pinus. Penelitian yang berjudul “Peranan Penyadapan Getah Pinus Terhadap Pendapatan Masyarakat Sekitar Hutan” ini bertujuan: 1. Mengetahui peranan penyadapan getah pinus terhadap pendapatan petani penyadap pada masing-masing golongan kepemilikan lahan 2. Mengetahui peranan penyadapan getah pinus terhadap tingkat kemiskinan rumah tangga petani penyadap pada masing-masing golongan kepemilikan lahan. Penelitian ini dilakukan di Desa Tugu Rejo, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo yang terletak di kawasan hutan RPH Guyangan, BKPH Ponorogo Barat, KPH Lawu DS. Data yang diambil meliputi data primer dan data sekunder. Data primer diambil dari wawancara di lapangan dengan penyadap, sedangkan data sekunder diambil dari instansi-instansi terkait. Metode pengambilan data didasarkan pada random sampling sederhana. Analisis data yang digunakan meliputi analisis persentase pendapatan dari penyadapan getah pinus dan analisis peranan penyadapan getah pinus terhadap tingkat kemiskinan rumah tangga petani penyadap dengan tolok ukur kemiskinan yang digunakan oleh Sayogyo (1977). Dari analisis data ternyata penyadapan getah pinus mampu memberikan kontribusi pendapatan yang cukup besar bagi petani penyadap. Pada strata I pendapatan dari penyadapan memberikan kontribusi 28,56% dari pendapatan total petani selama setahun. Pada strata II penyadapan mampu memberikan sumbangan sebesar 37,02%, pada strata III penyadapan memberikan sumbangan sebesar 46,27% dan pada strata IV penyadapan mampu menyumbang sebesar 55,25%. Penyadapan getah pinus mampu mengurangi tingkat kemiskinan rumah tangga petani penyadap pada masing-masing strata. Pada strata I mampu mengurangi tingkat kemiskinan responden dari kondisi paling miskin menjadi miskin sekali sebesar 20% dan dari miskin sekali menjadi miskin sebesar 60%. Pada strata II mampu mengurangi tingkat kemiskinan responden dari kondisi paling miskin menjadi kondisi miskin sekali sebesar 80%. Pada strata ini mampu mengurangi tingkat kemiskinan responden dari kondisi paling miskin menjadi kondisi miskin sekali sebesar 26,7% dan dari kondisi miskin sekali menjadi kondisi miskin sebesar 26,7%. Pada strata IV mampu mengurangi tingkat kemiskinan responden dari kondisi paling miskin menjadi kondisi miskin sekali sebesar 75%.
Kata Kunci : Peranan, Penyadapan getah, Pendapatan, Petani penyadap