Laporkan Masalah

Studi Eksplorasi Interaksi Obat dan Kejadian Adverse Drug Reactions Akibat Interaksi Obat Pada Pasien Rawat Inap Geriatri di Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada

Sanses Atana, Dr. Nanang Munif Yasin, M.Pharm., Apt.; Fivy Kurniawati, M.Sc., Apt.

2019 | Skripsi | S1 FARMASI

Penggunaan obat yang tidak tepat akibat polifarmasi merupakan permasalahan yang sering terjadi pada pasien geriatri dan berpengaruh terhadap peningkatan risiko interaksi obat dan adverse drug reactions (ADR) . Semakin banyak obat yang diterima pasien maka kejadian interaksi obat semakin besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah kejadian interaksi obat, jenis dan mekanisme interaksi obat, dan kejadian aktual ADR akibat interaksi obat pada pasien rawat inap geriatri. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional dengan pengambilan data secara retrospektif dengan teknik simple random sampling melalui data rekam medis pasien geriatri yang menjalani rawat inap di RSA UGM pada periode JanuariJuni 2018. Subyek dalam penelitian ini adalah seluruh pasien berusia >65 tahun yang memperoleh terapi dua atau lebih obat secara bersamaan dan menjalani rawat inap minimal 1 hari di RSA UGM periode Januari sampai Juni 2018. Selanjutnya data dianalisis secara deskriptif. Identifikasi interaksi obat menggunakan pustaka Drug Interactions Facts tahun 2012. Kejadian interaksi obat di RSA UGM terjadi pada 62 pasien (51,7%) dari 120 pasien, dengan total kejadian interaksi sebanyak 115 interaksi. Jenis interaksi obat terbanyak adalah interaksi dengan tingkat keparahan moderate yaitu sejumlah 58 interaksi (50,4%) dari 115 total interaksi. Mekanisme interaksi obat terbanyak yaitu unknown sejumlah 56 interaksi (48,7%) dan interaksi pada fase metabolisme sejumlah 20 interaksi (17,4%). ADR aktual akibat interaksi obat terjadi pada 3 pasien dengan 3 kejadian (2,6%) dari total 115 interaksi obat. Aktual ADR yang terjadi berupa hipoglikemia, penurunan efek sedatif, dan penurunan efek anti hipertensi.

Inappropriate use of medicine caused by polypharmacy is a common problem for geriatric patients and it affects the increasing risk of drug interaction and ADR. Higher amount of medicine received by the patients means more occurrence of drug interactions. This research was aimed to ascertain the number of drug interactions, its type and mechanism, and ADR as the result of drug interactions on geriatric inpatients. This research is cross sectional study with retrospectively taken data, with simple random-sampling technique through medical records of geriatric in-patients in (RSA UGM) on January-June 2018 period. Subject of this research is all patients who are >65 years old and receive two or more drug therapy concurrently and undergo in-patient at least 1 day in RSA UGM on January until June 2018 period. Hereafter, the data were analyzed descriptively by Drug Interaction Facts 2012. Drug interaction occured in RSA UGM happened to 62 patients (51,7%) of 120 with 115 interaction as total. Moderate severity level was 58 interactions (50,4%) out of 115 where most drug interaction mechanism unknown is at 56 interactions and metabolism phase at 20. Actual ADR due to drug happened to 3 persons with three occasions out of 115 incidents. Implications of ADR actuals was hypoglikemia, decline of sedative effect, decline of anti hypertension.

Kata Kunci : interaksi obat, pasien geriatri, rawat inap, adverse drug reactions

  1. S1-2019-379373-abstract.pdf  
  2. S1-2019-379373-bibliography.pdf  
  3. S1-2019-379373-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-379373-title.pdf