The Social, Economic, and Enviromental Benefits of Plaosan Temple Tourism Activity to The People Living Nearby
BARAPUTRA MUKTI W, Alfelia Nugky Permatasari, S.S., M.A.
2019 | Tugas Akhir | D3 BAHASA INGGRISTugas akhir ini bertujuan untuk membahas profil dari Dinas Pariwisata, Budaya, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Klaten dan juga profil serta manajemen dari Candi Plaosan. Selain itu mendiskusikan pula manfaat dari aktivitas wisata yang terjadi di Candi Plaosan kepada masyarakat sekitar pada aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan. Metode pengumpulan data yang penulis lakukan dilakukan pada masa magang di Disparbudpora dari 7 Januari hingga 4 April 2019 dengan cara mewawancarai pegawai Disparbudpora. Selain itu, penulis juga melakukan pengamatan lapangan di lingkungan Candi Plaosan serta didukung oleh studi pustaka. Data yang telah diperoleh kemudian diolah sesuai objektif lalu disajikan secara deskriptif menggunakan Bahasa Inggris didukung dengan gambar yang relevan. Disparbudpora adalah sebuah institusi yang mengatur sektor pariwisata, kebudayaan, pemuda, dan olahraga di Kabupaten Klaten. Disparbudpora terbagi menjadi tiga bidang, yaitu Bidang Pariwisata, Bidang Kebudayaan, dan Bidang Pemuda dan Olahraga. Lalu, Candi Plaosan adalah Candi bercorak Buddha yang dibangun oleh Rakai Pikatan untuk istrinya, Pramordhawardhani pada abad kesembilan. Manajemen dari Candi Plaosan diurus oleh Balai Pemeliharaan Cagar Budaya secara arkeologis. Candi Plaosan dikelola oleh Disparbudpora dalam bentuk promosi wisata dan penjualan tiket masuk. Aktivitas pariwisata di Candi Plaosan membawa manfaat bagi masyarakat sekitar di bidang sosial, ekonomi, dan lingkungan. Kehidupan sosial masyarakat sekitar naik karena dapat membuka usaha seperti toko cinderamata, warung makan, dan tempat parkir karena didukung oleh aktivitas wisata, mereka menjadi memiliki pekerjaan dan tidak menganggur. Sehubungan dengan itu, perekonomian mereka juga terjamin karena Candi Plaosan telah menjadi tempat wisata terkenal sehingga tidak sepi dikunjungi oleh wisatawan. Lingkungan sekitar candi pun terawat dengan baik terlihat dari jalan akses menuju dukuh yang sudah teraspal dengan baik dan tidak berlubang.
This graduating Paper aims to discuss the profile of Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) in Klaten Regency followed by the profile and management of Plaosan Temple and continued by the benefit of tourism activity in Plaosan Temple to the social, economic, and environmental aspect of people living nearby. The method of data collection done by the writer is becoming a direct participant through internship program from January 7 until April 4, 2019 in Disparbudpora, interviewing the staff of Disparbudpora also with people living nearby Plaosan Temple followed by doing a field observation around the temple, and performing library study. The data obtained are sorted by the objective and presented descriptively in English with pictures attached as supporting data. Disparbudpora is an office that managed tourism, culture, youth and sport in Klaten Regency. Disparbudpora is divided into three divisions which are Tourism Division, Cultural Division, and Youth and Sport Division. Meanwhile, Plaosan Temple is a Buddhist temple built in the 9th century by Rakai Pikatan as an honor for his wife, Pramordhawardhani. Plaosan Temple is located in Dukuh Plaosan, Bugisan Village, Prambanan District, Klaten Regency and known as the largest temple complex in Klaten. Plaosan Temple is managed by Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) in the way of archeological aspect. Plaosan Temple tourism activity is also managed by Disparbudpora in terms of promoting and ticketing. Plaosan Temple tourism activity brings benefits to the people living nearby in social, economy and environmental aspects. People could depend on the well established tourism activity to open business like shop, restaurant, and parking lot so they may free from unemployment. From this employment, people could have income source. Then, for the environmental benefits the people get from the temple, the main road to Dukuh Plaosan is better than the other road in Bugisan Village.
Kata Kunci : manfaat, candi, aktivitas turisme, kehidupan masyarakat, pekerjaan