Laporkan Masalah

ANALISIS KELEMBAGAAN PENGELOLAAN WISATA ALAM DI KAWASAN HUTAN LINDUNG RPH MANGUNAN KPH YOGYAKARTA

GALIH RAMADHAN, Wiyono, S.Hut, M.Si.

2019 | Tugas Akhir | D3 PENGELOLAAN HUTAN

Pengelolaan wisata alam di kawasan hutan lindung RPH Mangunan dilaksanakan oleh Koperasi Notowono yang bekerjasama dengan KPH Yogyakarta. Koperasi Notowono adalah lembaga yang baru saja didirikan sehingga perlu dilaksanakan analisis kelembagaan untuk memahami kondisi lembaga tersebut secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan kelembagaan, peran para stakeholder, dan manfaat pengelolaan wisata alam di kawasan RPH Mangunan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam dengan panduan wawancara dan observasi lapangan. Informan ditentukan dengan teknik snowball sampling. Lokasi penelitian ini dilaksanakan di kawasan hutan lindung RPH Mangunan Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Data yang diperoleh kemudian dibuat tabulasi dalam bentuk tabel dan dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Koperasi Notowono merupakan Lembaga yang mewadahi masayarakat disekitar RPH Mangunan untuk ikut serta dalam pemanfaatan sumber daya hutan. Model pengelolaan wisata alam dilakukan dengan cara kemitraan antara Koperasi Notowono dengan KPH Yogyakarta. Penerapan kemitraan ini diwujudkan dalam bagi hasil pendapatan wisata alam dengan presentase 25% untuk pemerintah dan 75% untuk koperasi. Manfaat yang diperoleh oleh pengelola dan masyarakat adalah manfaat ekonomi, manfaat ekologi, dan manfaat sosial.

Ecotourism management in the RPH Mangunan protected forest area is carried out by the Koperasi Notowono in collaboration with KPH Yogyakarta. Koperasi Notowono is an institution that has just been established and for that reason an institutional analysis needs to be carried out to understand the condition of the institution as a whole. This study aims to determine institutional management, the role of stakeholders, and the benefits of natural tourism management in the RPH Mangunan area. The method of collecting data are in-depth interviews with interview guides and field observations. The informants were determined by the snowball sampling technique. The location of this study was carried out in the protected forest area of RPH Mangunan Dlingo District, Bantul Regency, Special Region of Yogyakarta. The data obtained are then tabulated in table form and analyzed by qualitative descriptive method The results of this study indicate that the Koperasi Notowono is an institution that accommodates communities around RPH Mangunan to participate in the utilization of forest resources. The ecotourism management model is carried out by means of a partnership between Koperasi Notowono and KPH Yogyakarta. The implementation of this partnership is manifested in natural ecotourism revenue sharing with a percentage of 25% for the government and 75% for Koperasi Notowono. The benefits obtained by managers and the community are economic benefits, ecological benefits, and social benefits.

Kata Kunci : Kata Kunci : Pengelolaan, wisata alam, kelembagaan, Manfaat

  1. D3-2019-386319-abstract.pdf  
  2. D3-2019-386319-bibliography.pdf  
  3. D3-2019-386319-tableofcontent.pdf  
  4. D3-2019-386319-title.pdf