Laporkan Masalah

Penataan Kawasan Taman Tebing Breksi di Kabupaten Sleman Dengan Konsep Konservasi

NANDITO FADHILA ANGGARA, Ir. Didik Kristiadi, MLA., MAUD.

2019 | Skripsi | S1 PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA

Terdapat tiga macam elemen/lapisan yang memiliki siklusnya sendiri di Bumi dan saling mempengaruhi satu sama lain, ketiganya adalah geosfer, biosfer dan atmosfer. Tempat dimana makhluk hidup tinggal adalah pada lapisan geosfer, keanekaragaman bentuk geosfer atau disebut geodiversitas dapat terlihat hingga skala kawasan, namun aktivitas manusia telah mempengaruhi bentuk karakteristik alami pada lapisan geosfer yang kemudian dapat dikategorikan menjadi area perkotaan (urban), pinggiran kota (sub-urban), pedesaan (rural) dan alami (nature). Keempat kategori area tersebut saling mendukung membentuk siklus antara daerah urban hingga nature yang berpengaruh kepada dinamika biosfer (makhluk hidup) dan atmosfer (iklim). Kawasan Taman Tebing Breksi merupakan kawasan wisata alam pada daerah rural (pedesaan) dan termasuk kedalam kawasan Geoheritage (warisan geologi) tuf Candi Ijo yang ditetapkan oleh Badan Geologi Nasional tahun 2014. Nilai budaya dan sejarah dari kawasan dipadukan dengan kondisi visual dan lansekap yang khas menjadi kombinasi daya tarik wisata maupun penelitian. Perkembangan area terbangun dan jumlah kunjungan yang pesat mempengaruhi kondisi alam dan budaya pada kawasan tersebut maupun kawasan disekitarnya. Untuk melestarikan kawasan namun tetap dapat mengambil nilai manfaat dari aktivitas yang muncul, maka perlu ada pemanfaatan secara konservatif terhadap alam, budaya, dan aktivitas wisata maupun edukasi dalam kawasan geoheritage. Penataan kawasan Taman Tebing Breksi menggunakan Soft System Methodology (SSM) yang menghasilkan master plan, rencana detail, dan rencana aktivitas bagi pemberi dan penerima manfaat penaatan kawasan tersebut. Perspektif konservasi digunakan sebagai pembangun konsep utama perencanaan kawasan wisata alam yang dikembangkan berdasarkan hasil kombinasi antara preseden Garden of The Gods dan Ayers Rock, dengan elemen perencanaan yaitu kawasan, lansekap, pariwisata, ekowisata, dan geoconservation. Perpaduan preseden dan elemen perencanaan tersebut menghasilkan konsep ideal berupa komponen perencanaan yaitu zonasi, tata bangunan, sirkulasi dan parkir, ruang terbuka, pendukung aktivitas, ruang preservasi dan kelembagaan.

There are three kinds of elements / layers that have their own cycles and influence each other on Earth, all three are the geosphere, biosphere and atmosphere. The place where living species live in is on the geosphere, a collection of geospheric forms called geodiversity are visible to the scale of the region, but human activities have formed unnatural forms in the geosphere which can then be categorized as urban, suburban, rural and natural. The four categories of regions support each other to form cycles between urban areas and nature that affect the dynamics of the biosphere (living thing) and atmosphere (climate). The Breksi Cliff Park area is a natural tourism area in rural areas (including rural areas) and is included in the Geoheritage area (geological heritage) of the Ijo Temple, which was established by the National Geological Agency in 2014. The cultural and historical values of the area are combined with customized visual and landscape conditions with the need for a combination of tourist attraction and research. The development of the built area and the number of visits that increase affect the nature and culture of the region as well as the surrounding area. To preserve the area but still be able to take the value of benefits from the activities that arise, it is necessary to have conservation for nature, culture, and tourism and educational activities in the geoheritage area. The planning of Breksi Cliff area uses the Soft System Methodology (SSM) which produces a master plan, detailed plan, and activity plan for providers and beneficiaries of the compliance of the area. The expanded perspective was used as a builder of the concept of planning for natural tourism areas which was developed based on the combination of the precedents of Taman Dewa and Ayers Rock, with elements of planning, namely area, landscape, tourism, ecotourism, and geoconservation. The combination is present and the planning element produces an ideal concept consisting of zoning planning components, building management, circulation and parking, open space, supporting activities, preservation and institutional space.

Kata Kunci : Kawasan, Lansekap, Pariwisata, Ekowisata, Geoconservation, Lingkungan, Konservasi. Area, Landscape, Tourism, Ecotourism, Geoconservation, Environment, Conservation.

  1. S1-2019-384900-abstract.pdf  
  2. S1-2019-384900-bibliography.pdf  
  3. S1-2019-384900-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-384900-title.pdf