Laporkan Masalah

Analisis Pengetahuan Kelompok Tani dalam Pengembangan Pertanian Organik di Desa Sriharjo, Imogiri, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta

Mukhlasin, Prof. Dr. Ir. Sigit Supadmo Arif, M.Eng; Dr. Murtiningrum, STP., M.Eng

2019 | Skripsi | S1 TEKNIK PERTANIAN

Pertanian organik adalah kegiatan pertanian yang menggunakan bahan-bahan alami tanpa bahan kimia sintetis. Pertanian organik terdiri dari pengelolaan lahan, pembenihan, pemupukan, pengendalian organisme hama tanaman, dan sertifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat pemahaman pengetahuan dan mengidentifikasi kesenjangan pengetahuan petani pada pertanian organik. Penelitian ini dilakukan di desa Sriharjo, Imogiri, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner yang disusun berdasarkan permentan No 64/Permentan/OT.140/5/2013 dengan responden anggota �Gapoktan Tani Mulyo Sriharjo�. Analisis yang digunakan adalah analisis kesenjangan pengetahuan dengan tiga parameter yaitu tingkat pemahaman pengetahuan, tingkat kepentingan pengetahuan, dan tingkat penguasaan pengetahuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 12 dari 16 pengetahuan tentang budidaya pertanian organik memiliki kesenjangan pengetahuan yang signifikan. Kesenjangan pengetahuan tertinggi terdapat pada pengetahuan pembuatan pestisida organik dengan nilai 3,423. Kesenjangan pengetahuan terkecil terdapat pada pengetahuan pengolahan tanah pertanian organik dengan nilai 0,846. Terdapat juga kecenderungan korelasi antara pendidikan petani dengan tingkat pemahaman pengetahuan dalam pertanian organik.

Organic farming is an agricultural activity that uses natural ingredients without synthetic chemicals. Organic farming activities consist of land preparation, nursery, fertilization, pets and disease control, and certification. This research aimed to measure the level of understanding knowledge and identify knowledge gaps of the farmers in organic farming. The study was conducted in Sriharjo village, Imogiri, Bantul, Special Region of Yogyakarta. The instruments used were questionnaires developed based an ministry regulation No 64/Permentan/OT.140/5/2013 with members of �Gapoktan Tani Mulyo Sriharjo� as respondents. The analysis used was knowledge gap analysis with three parameters there were the level of knowledge understanding, importance, and mastery. The result of knowledge gap analysis found that 12 out of 16 questions on organic farming had significant knowledge gaps. The widest knowledge gap was 3,43 for knowledge of making organic pesticides. The narrowest knowledge gap was 0.846 for knowledge of processing organic farmland. There was a correlation trend between farmers education and the level of knowledge understanding in organic agriculture.

Kata Kunci : Pertanian Organik, Kesenjangan Pengetahuan, Respon Petani

  1. S1-2019-379208-abstract.pdf  
  2. S1-2019-379208-bibliography.pdf  
  3. S1-2019-379208-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-379208-title.pdf