Laporkan Masalah

Studi Kejadian Anemia Pascakemoterapi dan Faktor yang Memengaruhinya pada Pasien dengan Non-Small Cell Lung Cancer di RS Bethesda Yogyakarta

Dzakiyah Hidayati, Dr. Nanang Munif Yasin, M.Pharm., Apt.; Mawardi Ihsan, M.Sc., Apt

2019 | Skripsi | S1 FARMASI

Kemoterapi pada pasien dengan Non-Small Cell Lung Cancer (NSCLC) dengan menggunakan rejimen standard mengandung agen berbasis platinum dapat menyebabkan anemia. Anemia dapat memengaruhi kualitas hidup bahkan menurunkan tingkat kelangsungan hidup sehingga identifikasi faktor risiko perlu dilakukan sebagai pertimbangan dalam pemilihan dan pemantauan kemoterapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kejadian anemia pascakemoterapi dan faktor yang memengaruhinya. Penelitian ini merupakan penelitian observasional secara retrospektif dengan menggunakan rancangan cross sectional. Penelusuran sampel penelitian dilakukan secara total sampling pada pasien NSCLC yang menjalani kemoterapi selama periode Januari 2014 – November 2018 di RS Bethesda Yogyakarta. Analisis dilakukan secara deskriptif untuk mengetahui gambaran kejadian anemia pascakemoterapi meliputi prevalensi, derajat keparahan, dan faktor-faktor yang berpengaruh pada kejadian tersebut. Penelitian ini melibatkan 33 pasien NSCLC yang menjalani kemoterapi dengan agen berbasis platinum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 11 pasien mengalami kejadian anemia pascakemoterapi (33,3%) dengan rincian 4 pasien mengalami anemia grade 1 dan 7 pasien mengalami anemia grade 2. Kejadian anemia pascakemoterapi cenderung lebih sering dialami oleh pasien dengan usia lanjut, indeks massa tubuh rendah, memiliki kadar hemoglobin atau limfosit yang rendah, atau memiliki klirens kreatinin yang rendah. Pasien dengan kadar hemoglobin prakemoterapi yang semakin rendah akan mengalami kejadian anemia pascakemoterapi dengan derajat keparahan yang semakin tinggi.

Chemotherapy in Non-Small Cell Lung Cancer (NSCLC) patients using a standard regimen containing platinum-based agents can cause anemia. Anemia could impair quality of life and survival rate so that the risk factors need to be taken into consideration in selecting and monitoring of chemotherapy. The aim of this study was to determine the prevalence of post-chemotherapy anemia and the factors that associated with it. This study was an observational retrospective study with cross sectional design. The samples obtained using total sampling method in NSCLC patients who received chemotherapy within January 2014 – November 2018 at Bethesda Hospital Yogyakarta. Descriptive analysis was carried out to determine the prevalence, severity, and factors that associated with post-chemotherapy anemia. This study involved 33 patients who received chemotherapy with platinum-based agent. Results showed that there were 11 patients (33,3%) who had post-chemotherapy anemia consist of 4 patients had grade 1 anemia and 7 patients had grade 2 anemia. Elderly patients, patients with low body mass index, low hemoglobin level, low lymphocyte level, or low creatinine clearance was more likely to experience chemotherapy-induced anemia. Patient with lower prechemotherapy hemoglobin level was more likely to experience higher severity of anemia.

Kata Kunci : non-small cell lung cancer, faktor risiko, anemia, kemoterapi

  1. S1-2019-377412-abstract.pdf  
  2. S1-2019-377412-bibliography.pdf  
  3. S1-2019-377412-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-377412-title.pdf