Laporkan Masalah

HUBUNGAN STATUS TERINDIKASI DAN SOSIODEMOGRAFI DENGAN TINGKAT PENGETAHUAN MIGRAIN PADA MASYARAKAT DI WILAYAH DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

RISMA MARTASURI, Dr. Susi Ari Kristina, M.Kes., Apt

2019 | Skripsi | S1 FARMASI

Migrain merupakan salah satu penyakit dengan prevalensi tinggi di dunia dan menduduki urutan ketiga di dunia serta merupakan penyebab ketujuh disabilitas secara global. Langkah awal yang dapat dilakukan untuk dapat menurunkan prevalensi migrain salah satunya diperlukan pengetahuan yang baik tentang migrain dan obatnya. Banyak hal yang mempengaruhi tingkat pengetahuan seseorang seperti status terindikasi dan karakteristik sosiodemografi yang meliputi usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, bidang pendidikan, pekerjaan, tingkat pendapatan, dan tempat tinggal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran hubungan status terindikasi dan karakteristik sosiodemografi dengan tingkat pengetahuan migrain pada masyarakat. Metode yang akan digunakan pada penelitian ini adalah metode survei, dimana digunakan kuesioner sebagai instrumen penelitian. Jumlah sampel yang diperlukan pada penelitian ini sejumlah 123 responden dan diambil dengan metode random sampling. Untuk mengukur status terindikasi digunakan instrumen kuesioner dari Migraine Screen Questionnaire (MS-Q). Untuk mengukur hubungan antara status terindikasi dan faktor sosiodemografi dengan tingkat pengetahuan dianalisis menggunakan uji statistik chi square dengan taraf kepercayaan 95% (p<0,05). Kemudian digunakan analisis multivariat untuk melihat variabel yang paling signifikan berpengaruh dengan analisis regresi logistik biner berganda. Hasil analisis yaitu responden yang terindikasi migrain yaitu sebesar 25,2%. Mayoritas responden memilliki tingkat pengetahuan tinggi yaitu sebesar 60,2%. Variabel bebas yang berhubungan signifikan dengan tingkat pengetahuan migrain yaitu status terindikasi (p 0,012), tingkat pendidikan (p 0,024), dan bidang pendidikan (p 0,007). Sedangkan variabel yang tidak berhubungan dengan tingkat pengetahuan antara lain usia, jenis kelamin, tempat tinggal, pekerjaan, dan tingkat pendapatan.

Migraine is the third highest prevalence disease in the world and causes seventh global disabilities. The first step to decrease migraine prevalence is needed to have a good knowledge of migraine disease and medicine. There are many things that affect people's level of knowledge such as indicated status and sociodemographic characteristics which include age, gender, occupation, education level, filed of education, income level, and residence. The aim of this study is to describe the relationship between indicated status and sociodemographic characteristics with the level of knowledge about migraine in the community. This study used a survey method with questionnaires as the research instrument. The number of samples needed in this study is 123 respondents and taken by random sampling method. To measure the indicated status used a questionnaire instrument from the Migraine Screen Questionnaire (MS-Q). To measure the relationship between indicated status and sociodemographic factors with the level of knowledge analyzed used the chi-square test with a confidence level of 95% (p <0.05). Then multivariate analysis was used to see the most significant variable influencing used a multiple binary logistic regression analysis. The results of the analysis are respondents who indicated migraine was 25.2%. Respondents who have a high level of knowledge are 60.2%. The variables that were significantly related were indicated status (p-value 0,012), an education level (p-value 0.024), and education field (p-value 0.007). While variables that are not related to the level of knowledge include age, gender, place of residence, occupation, and income level.

Kata Kunci : migrain, status terindikasi, sosiodemografi, tingkat pengetahuan

  1. S1-2019-382192-abstract.pdf  
  2. S1-2019-382192-bibliography.pdf  
  3. S1-2019-382192-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-382192-title.pdf