Laporkan Masalah

Gambaran Kualitas Hidup Pasien Tuberkulosis yang Diukur dengan Instrumen EQ-5D-5L di RS Paru Respira Yogyakarta dan Puskesmas Sewon 1 Bantul

Lia Rachmawati, Dr. Dwi Endarti, M.Sc., Apt

2019 | Skripsi | S1 FARMASI

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit yang menjadi perhatian global karena menyerang hampir di seluruh penjuru dunia tidak terkecuali Indonesia. Kualitas hidup adalah faktor penting dalam evaluasi berbagai perawatan medis dan dalam pengambilan keputusan terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas hidup pasien TB dan mengetahui faktor-faktor yang dapat memengaruhi kualitas hidup pasien TB. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien TB di RS Paru Respira Yogyakarta dan Puskesmas Sewon 1 Bantul. Pengambilan sampel secara accidental sampling menggunakan kuesioner karakteristik sosiodemografi, kuesioner klinik serta kuesioner EQ-5D-5L. Uji statistik menggunakan uji Mann-Whitney dengan taraf kepercayaan 95%. Responden di RS Paru Respira Yogyakarta berjumlah 24 orang dan di Puskesmas Sewon 1 Bantul berjumlah 11 orang. Responden pada penelitian ini berjumlah 35 responden, dengan karateristik laki-laki (51,4%), usia 18-45 tahun (54,3%), pendidikan SMA (45,7%), status menikah (68,6%), bekerja (97,1%), tidak memiliki riwayat merokok (54,3%), berada pada fase pengobatan intensif (57,1%), mengidap TB Paru (85,7%), dan tidak memiliki riwayat penyakit kronis lain (80,0%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien tuberkulosis di RS Paru Respira Yogyakarta dan Puskesmas Sewon 1 Bantul memiliki kualitas hidup dengan skor EQ-5D sebesar 0,881±0,104 dengan masalah terbesar yang dialami yakni pada dimensi rasa nyeri/ tidak nyaman (57,1%), diikuti domain rasa cemas (40,0%), domain kegiatan sehari-hari (14,3%), domain perawatan diri (2,9%), dan domain kemampuan berjalan (2,9%) serta skor EQ-VAS sebesar 0,790±0,124. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa lama pengobatan (p=0,003) memiliki hubungan dengan kualitas hidup pasien TB.

Tuberculosis (TB) is a global disease because it attacks almost all country in the world, including Indonesia. Quality of life is an important factor in evaluating various medical treatments and in therapeutic decision making. This study is aimed to determine the quality of life in TB patients and find out the factors that can affect the quality of life in TB patients. This study was an observational study with a cross-sectional design. The population in this study were TB patients at Respira Pulmonary Hospital Yogyakarta and Sewon 1 Bantul Health Center. This study used sociodemographic characteristic questionnaires, clinical characteristic questionnaires and EQ-5D-5L questionnaires. The statistical tests that used is Mann-Whitney test with 95% confidence level. Subjects in Respira Pulmonary Hospital were 24 respondents and in Sewon 1 Bantul Public Health Center were 11 respondents. Subjects were dominated by men (51,4%), ages 18-45 years (54,3%), high school education (45,7%), marital status (68,6%), work (97,1%), have no smoking history (54,3%), in the intensive treatment phase (57,1%), having pulmonary TB (85,7%), and do not have a history of other chronic diseases (80,0%). The results showed that tuberculosis patients in Respira Pulmonary Hospital Yogyakarta and Sewon 1 Bantul Health Center had a utility 0,881 ± 0,104 with the biggest problems experienced in the pain/discomfort domain (57,1%), followed by the anxiety domain (40,0%), daily activities domain (14,3%), self-care domain (2,9%), and mobility domain (2,9%) also the EQ-VAS score is 0,790 ± 0,124 . The results of statistical tests showed that the phase of treatment (p=0,003) had a relationship with the quality of life in TB patients.

Kata Kunci : kualitas hidup, EQ-5D-5L, karakteristik, tuberkulosis

  1. S1-2019-377430-abstract.pdf  
  2. S1-2019-377430-bibliography.pdf  
  3. S1-2019-377430-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-377430-title.pdf