STUDI DAYA DUKUNG LAHAN DESA SEKITAR HUTAN DALAM HUBUNGANNYA DENGAN KEAMANAN HUTAN Studi Kasus di Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Propinsi Jawa Tengah
Darwoto Eko Saputro, Ir. GY. Kamsilam M.S.
1998 | Skripsi | S1 KEHUTANANPenelitian ini bertujuan untuk memperkirakan besarnya daya dukung lahan, memperkirakan tingkat kesejahteraan penduduk dan mengetahui ada tidaknya tekanan penduduk terhadap usaha-usaha pelestarian hutan. Desa Gondosuli dipilih sebagai lokasi penelitian dengan pertimbangan desa ini berbatasan langsung dengan hutan dan kehidupan masyarakatnya sebagian besar masih bergantung pada pertanian lahan kering di tegalan dan pekarangan. Penelitian ini lebih ditekankan pada studi lapangan sehingga bahan penelitian adalah lahan yang ada di wilayah desa dan potensi lainnya. Sampel dipilih secara acak di lapangan sedemikian rupa sehingga cukup mewakili keadaan yang ada. Data-data diperoleh dengan wawancara secara langsung dengan responden berdasarkan daftar pertanyaan yang dibuat sesuai dengan tujuan penelitian ini. Pengumpulan data disusun sesuai dengan parameter yang diperlukan. Parameter yang dikumpulkan yaitu asset penduduk, produksi lahan, kebutuhan riil penduduk sehari-hari dan informasi lainnya sebagai penunjang dan pelengkap data. Daya dukung lahan dihitung melalui satuan nilai tukar rupiah. Perhitungan dengan menggunakan rumus Tirtohamidjoyo (1985) dan Eka (1992) yang telah disesuaikan untuk jenis lahan pekarangan dan tegalan. Hasil dari data dan perhitungan daya dukung selanjutnya dianalisis sesuai dengan tujuan. Analisis data dengan pendekatan deskritif dan komparatif. Deskriptif artinya data-data dianalisis berdasarkan uraian kualitatif analitik. Komparatif yaitu data-data dibandingkan dengan kriteria-kriteria tertentu. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa desa Gondosuli memiliki daya dukung lahan yang cukup tinggi mencapai 36,14 jiwa per hektar. Hal ini ditunjukkan dengan tingkat produktivitas lahan yang cukup tinggi yaitu sebesar Rp. 20.575.970,49 per hektar per tahun dan tingkat kebutuhan riil penduduk rata-rata sebesar Rp. 569.412,39 per kapita per tahun. Kedua hal tersebut juga dapat menunjukkan bahwa desa Gondosuli merupakan desa sejahtera III dan IV berdasarkan kriteria masyarakat sejahtera Indonesia. Daya dukung lahan dan tingkat kesejahteraan penduduk cukup tinggi, tetapi ada tekanan terhadap hutan, ini disebabkan kebiasaan penduduk yang memasak menggunakan kayu bakar, sementara lahan milik sempit akibat kepadatan penduduk yang tinggi dan tidak menghasilkan kayu bakar, sehingga penduduk merambah hutan untuk mencari kayu bakar yang dibutuhkannya. Perambahan hutan tersebut menunjukkan adanya tekanan penduduk.
Kata Kunci : -