KINERJA PERTUMBUEAN BABI PERIODE GROWING- FINISHING PADA SISTEM KANDANG DAN JENIS KELAMIN YANG BERBEDA
LIBORANG, JOHN CHARLES, Dr. Ir. Purwanto Basuki, SU
2003 | Skripsi | S1 ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKANPenelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pengaturan sistem kandang dan pemisahan jenis kelamin terhadap kinerja pertumbuhan babi periode growing-finishing yang dipelihara secara penggemukan. Sebanyak 8 ekor babi peranakan Landrace dibagi secara acak menjadi dua kelompok perlakuan. Kelompok pertama ditempatkan dalam kandang kelompok dan kelompok II ditempatkan dalam kandang individu. Pakan yang digunakan terdiri dari campuran konsentrat formulas!ditambah makanan sisa rumah makan dan ampas tahu serta ditambah air kemudian dihomogenkan selanjutnya diberikan dalam keadaan basah ( comhoran). Data yang diambil meliputi suhu, kelembaban kandang, data fisiologis babi, konsumsi pakan, pertambahan bobot badan harian, konversi pakan dan feed cost/gain. Data Pertambahan bobot badan dianalisis variansi pola faktorial (2 x 2). Rerata suhu dan kelembaban kandang selama penelitian sebesar 27,65 ± 0, 54 °C dan 74,01 ± 0,53 dengan rata-rata respirasi, pulsus dan temperatur rektal berturut-turut 37,60 ± 0, 23 kali/menit; 79,95 ± 0,26 kali/menit dan 39,00 ± 0,08°C. Rerata konsumsi BK dan PK selama penelitian berturut-turut sebesar 2,21 ± 0,54 dan 0,32 ± 0,078 pada kandang kelompok serta 2,19 ± 0,62 dan 0,31 ± 0,075 kg/ekor/hari pada kandang individu. Pertambahan bobot badan harian dan konversi pakan- berturut-turut 0,45 ± 0,085 dan 5,43 + 2,20 pada kandang individu dan untuk kandang kelompok 0,46 ± 0,081 dan 5,39 ± 1,52. Feed Cost/Gain Rp. 4143 + 1550 kandang kelompok dan dan Rp. 3999 ± 1264 kandang individu. Pertambahan bobot badan harian menunjukkan perbedaan yang tidak nyata. Sehingga dapat disimpuikan bahwa kinerja pertumbuhan babi tidak menunjukkan perbedaan yang nyata pada perlakuan sistem kandang dan jenis kelamin, semakin lama proses penggemukan PBBH (pertambahan bobot badan harian) semakin menurun diikuti penurunan efisiensi pakan dan feed cost/gain. Kata kunci : Kinerja pertumbuhan, Growing-finishing, Sistem kandang, Jenis Kelamin.
The research was conducted to investigate the present of finding out the effect of pen management and sex separation of pig of growing-finishing period for fattening purposes. Eight Landrace pigs were randomly allocated into two groups. Pigs of the first group were put in collective pen,, while those of the second were keep in individual pen. Animals were fed with mixture of formulated concentrates supplemented with homogenized waste from restaurant, solid waste from soycake production and water. Feed was given as sludge. Data recorded were temperature, pen humidity, . pig \ physiological data feed consumption, daily gain weight, feed conversion, and feed cost/gain. Data on gain weight were subjected to an analysis of variance of 2 x 2 factorial experiment. Mean temperature ans pen humidity during the course of the study were 27.65 ± 0.54°C and 74.01 ± 0.53, while means of respiration, pulsus, and rectal temperature were respectively 37.60 ± 0.23 times/minute, 79.95 ± 0.26 times/minute, and 39.00 ± 0.08°C. Mean of BK and PK consumption during the course of the experiment were 2.21 ± 0,54 and 0.32 +0.078 for collective pen, while those of individual pen, and 0.46 ± 0.081 and 5.39 ±1.52 for collective pen. Feed cost/gain was Rp. 4,143 ± 1,550 for collective pen and Rp. 3,999 ± 1,264 for individual pen. Daily gain weight of both pen system was similar. It could be concluded that pig growth performance was similar for both pen system and sex. With longer fattening period, daily body gain weight decreased, followed in similar fashion with the decreasing feed efficiency and feed cost/gain. Key words: Growth performance, Growing-finishing, Pen system, Sex
Kata Kunci : Kinerja pertumbuhan, Growing-finishing, Sistem kandang, Jenis Kelamin