Laporkan Masalah

STUDI EVALUASI PEMBANGUNAN HUTAN DI RPH KARANGTENGAH BKPH TAWARAN KPH KEBONHARJO

Teguh Noerhardjanto, Ir. G.Y. Kamsilam Tirtohamijoyo, Ms.

1998 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Penelitian ini dilatarbelakangi adanya intensitas pemanfaatan hutan yang tidak sesuai dengan fungsi hutan, baik fungsi produksi maupun fungsi sosial terutama yang menyangkut masyarakat sekitar hutan. Secara umum tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kegagalan pembangunan hutan, dan secara khusus adalah mempelajari keadaan sosial masyarakat sekitar hutan, keadaan tegakan dan karakteristik/ kualitas lahan pada tingkat semi-detail. Dengan demikian dapat dicari alternatif tujuan pengelolaan hutan yang sesuai dengan situasi dan kondisi setempat. Lokasi penelitian berada di RPH Karangtengah, BKPH Tawaran, KPH Kebonharjo dan di Desa Bancang, Kec. Sale, Kab. Rembang. Analisis yang diterapkan adalah analisis deskriptif dengan kajian pemadanan data pengelolaan hutan, data sosial ekonomi dan data hasil evaluasi kesesuaian lahan hutan. Data yang dikumpulkan meliputi Register Risalah Hutan, data struktur dan formasi kepegawaian, data keamanan hutan, data sosek dan data karakteristik/ kualitas lahan. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara pembangunan hutan dengan kerawanan masyarakat desa sekitar hutan. Alternatif pemecahan problema pembangunan hutan di kawasan hutan dapat dilakukan dengan a) Pendataan kualitatif dan kuantitatif sosek, terutama yang berkaitan dengan kebutuhan akan kayu perkakas, kayu bakar, hijauan makanan temak, dan tenaga kerja masyarakat sekitar hutan; b) rekayasa sistem silvikultur yaitu memperpanjang masak tebang (KU VIII) pada petak/anak petak yang teridentifikasi akan mengalami kegagalan permudaan tanaman jati dan permudaan tanaman hutan tetap memanfaatkan teknik penanaman tumpang sari dengan pemilihan jenis yang sesuai, dalam hal ini diusulkan jenis tanaman kehutanan kayu non jati (Acacia auriculiformis, Cassia siamea, Dalbergia sp., Swietenia mahagoni) untuk lahan berbonita < 2 dan tanaman pokok jati pada bonita > 2 /2, jenis tanaman sela Leucaena glauca, tanaman tepi Gliricidea sepium dan tanaman pertanian (tumpang sari): jagung (Zey mays), kedelai (Soy bean), dan kacang hijau (Phaseolus bean), b) Rekayasa sistem sosial dapat dilakukan dengan memperluas kesempatan kerja masyarakat yang berhubungan dengan sektor kehutanan secara formal maupun informal dan kerja sama dengan aparat desa yang bersangkutan dalam masalah peningkatan intensifikasi pertanian terutama yang terkait dengan masalah irigasi.

Kata Kunci : -

  1. S1-FKT-1998-71564-abstract.pdf  
  2. S1-FKT-1998-71564-bibliography.pdf  
  3. S1-FKT-1998-71564-tableofcontent.pdf  
  4. S1-FKT-1998-71564-title.pdf