Pengaruh Suhu 180 derajat celcius dan 190 derajat celcius Serta Lama Waktu Pemanasan Terhadap Perubahan Warna, Stabilitas Dimensi dan Sifat Mekanika Kayu Jati Cepat Tumbuh
STEFANI SASQIA A H, Tomy Listyanto, S. Hut., M. Env. Sc., Ph. D
2019 | Tugas Akhir | D3 PENGELOLAAN HUTANTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh suhu pemanasan dan lama pemanasan dalam oven terhadap perubahan warna, stabilitas dimensi, dan sifat mekanika kayu Jati Plus Perhutani (JPP).Sampel yang digunakan yaitu 55 buah setiap pengujian.Modifikasi suhu dilakukan dengan pengovenan pada suhu 180 derajat celcius dan 190 derajat celcius selama 6, 9, 12, 15, dan 18 jam.Data yang diambil yaitu nilai perubahan warna, penyusutan tangensial dan radial, modulus patah dan modulus elastisitas.Hasil menunjukkan bahwa interaksi pengaruh suhu dan lama pemanasan terjadi secara signifikan pada nilai delta L, delta b, delta E, penyusutan tangensial, penyusutan radial dan MOR. Nilai delta E terbesar terjadi pada suhu 190 derajat celcius dengan lama waktu 18 jam yaitu nilainya lebih besar dari 12 yang berarti berubah warna atau berbeda warna. Perlakuan suhu yang optimal yaitu pada suhu 190 derajat celcius selama 18 jam karena memiliki warna yang gelap, dan penyusutan stabil. Perlakuan suhu dengan suhu tinggi dapat mengubah warna kayu menjadi lebih gelap dan memberikan efek positif terhadap stabilitas dimensi, tetapi dapat mengurangi kekuatan kayu.
The purpose of this study was to determine the effect of heating temperature and heating time in the oven on color changes, dimensional stability, and the mechanical properties of Jati Plus Perhutani (JPP) wood. The sample used was 55 pieces per test. Temperature modification was carried out using oven at a temperature of 180 celcius degree and 190 celcius degree for 6, 9, 12, 15, and 18 hours. The data taken is the value of discoloration, tangential and radial shrinkage, broken modulus and elastic modulus. The results show that the interaction of the effect of temperature and heating time occurs significantly on the values of ,delta L, delta b, delta E, tangential shrinkage, radial shrinkage and MOR. The biggest delta E value occurs at 190 celcius degree with a length of time of 18 hours which is a value greater than 12 which means changing color or different colors. The optimal temperature treatment is at a temperature of 190 celcius degree for 18 hours because it has a dark color, and stable shrinkage. The treatment of temperatures with high temperatures can change the color of wood to darker and provide a positive effect on dimensional stability, but can reduce the strength of wood.
Kata Kunci : modifikasi, suhu, jati cepat tumbuh, pengovenan