Manajemen Perawatan Pedet Post Partus di Farm Tegalsari Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BBPTUHPT) Baturraden Periode 18 Februari sampai 15 Maret 2019
TINO BAGAS SAPUTRA, Dr. drh. Joko Prastowo, M.Si
2019 | Tugas Akhir | D3 KESEHATAN HEWANBangsa sapi Friesian Holstein adalah bangsa sapi perah yang berasal dari Provinsi Belanda Utara dan Provinsi Friesland Barat. Sapi ini di Amerika disebut Holstein dan di Eropa sering disebut Friesian. Sapi jenis ini di Indonesia di sebut Fries Holland atau Friesian Holand (FH). Penulisan tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami tata cara penangan pedet pasca partus yang dilakukan di Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BBPTUHPT) Baturraden. Materi yang digunakan dalam penulisan tugas akhir ini adalah data tata cara perawatan pedet post partus pada saat Praktek Kerja Lapangan (PKL) Ruminansia di BBPTU-HPT Baturraden pada 18 Februari sampai 15 Maret 2019. Metode yang digunakan adalah wawancara dan observasi. Data yang diperoleh adalah data perawatan pedet post partus. Kandang yang digunakan untuk perawatan pedet post partus adalah kandang individual. Pakan yang diberikan adalah kolostrum. Penanganan kesehatan dengan dilakukan monitoring setiap malam hari. Kasus penyakit yang ditemukan adalah diare pada pedet usia 0 sampai 1 bulan. Pengobatan yang diberikan adalah pemberian norit selama 3 hari. Pencegahan yang dapat dilakukan yaitu meningkatkan sanitasi kandang.
The Holstein Friesian is a diary cow originated from the provinces of North Holland and the western province, in America is called Holstein and in Europe it is often called the Friesian. In Indonesia is called Fries Holland or Friesian Holand (FH). This Final Project aims to find out and understand the procedures for postpartum calf handlers performed at the Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul and Hijauan Pakan Ternak (BBPTUHPT) Baturraden. The material that used in this final project is material on the job training of ruminant fields in the BBPTUHPT Baturraden on 18 February to 15 March 2019. The data obtained were post partum calf care. Individual cage use to care calf after partus. The calves give colostrum for a week. Health care monitoring carried out every night. Cases of disease found are diarrhea in calves age 0 to 1 months. The treatmen given is giving norit in 3 days. Prevention that can be done is to improve sanitation.
Kata Kunci : Sapi Friesian Holstein(FH), perawatan pedet pasca lahir, kolostrum/ Cow Friesian Holstein (FH) , postnatal calf care, colostrum.