Laporkan Masalah

Analisis Produktivitas Menggunakan Metode Work Sampling dan Jam Henti Pada Pekerjaan Pasangan Bata Ringan dan Plesteran

ALFRED BUDIMAN, Toriq A. Ghuzdewan, S.T., M.Sc.E.

2019 | Skripsi | S1 TEKNIK SIPIL

Produktivitas sangat penting dalam proses konstruksi. Saat ini, peraturan yang umum menjadi referensi untuk menentukan tingkat produktivitas di Indonesia adalah Peraturan Menteri PU No.28/PRT/M/2016. Beberapa metode pengukuran produktivitas kerja seperti metode work sampling, jam henti, standard data, dan analisis regresi. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan produktivitas menggunakan metode work sampling dan jam henti pada pekerjaan pasangan bata ringan dan plesteran. Penelitian ini menggunakan metode work sampling dan jam henti untuk menganalisis produktivitas pekerjaan pasangan bata ringan dan plesteran, yang dilakukan pada studi kasus proyek pembangunan Laboratorium Bahan & Bangunan DTSL UGM. Metode work sampling dilakukan dengan membagi kegiatan pekerja menjadi kegiatan produktif dan tidak produktif. Metode jam henti dilakukan dengan membagi pekerjaan menjadi beberapa elemen kerja dan mengukur waktu siklusnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan koefisien pekerja dan tukang batu dengan metode work sampling, jam henti, Peraturan Menteri, dan penawaran kontraktor pada pekerjaan pasangan bata ringan berturut-turut sebesar 0,144 OH dan 0,144 OH ; 0,122 OH dan 0,07 OH; 0,3 OH dan 0,1 OH ; 0,35 OH dan 0,15 OH, sedangkan pada pekerjaan plesteran sebesar 0,0516 OH dan 0,0516 OH ; 0,033 OH dan 0,025 OH ; 0,3 dan 0,15 OH ; 0,3 OH dan 0,15 OH. Persentase selisih biaya pekerjaan dengan metode work sampling, jam henti, dan penawaran kontraktor dibandingkan terhadap Peraturan Menteri pada pekerjaan pasangan bata ringan berturut-turut sebesar 74,48%, 48,76%, dan 113,79%, sedangkan pada pekerjaan plesteran sebesar 23,45%, 13,06%, dan 90,91%. Pengukuran dengan metode work sampling lebih sesuai dilakukan pada proyek konstruksi dibandingkan metode jam henti karena memperhatikan waktu jeda antar siklus pekerjaan.

Productivity is important in the construction process. Currently, the general regulation, which becomes the reference to determine the productivity rate in Indonesia is the analysis of reference from General Affairs Regulation No.28/PRT/M/2016. Productivity rate measurement could be done in several ways such as work sampling, time study, standard data, and regression analysis. The research aims to compare the productivity rate through work sampling and stop-watch time study method in light brick installation and plasterwork. This research will use work sampling and stop-watch time study method to analyze the productivity rate in both the light brick installation and plasterwork, which is carried out a case study of the construction of DTSL UGM's Material Laboratory. The work sampling method is done by doing direct-random observation by dividing labor activities into productive and non-productive activities. The stop-watch time study method is done by splitting activities into several working elements and measuring each element's cycle time. The result showed that the worker's and masonry's coefficients comparisons with work sampling, stop-watch time study, Ministerial Regulations, and contractor offer on light brick installation respectively were 0,144 OH and 0,144 OH ; 0,122 OH and 0,07 OH ; 0,3 OH and 0,1 OH ; 0,35 OH and 0,15 OH, while in plasterwork were 0,0516 OH and 0,0516 OH ; 0,033 OH and 0,025 OH ; 0,3 OH and 0,15 OH ; 0,3 OH and 0,15 OH. The worker's and masonry's cost percentage difference by the work sampling, stop-watch time study, contractor offerings compared to the Ministerial Regulation on light brick installation consecutively are 74,48%, 48,76%, and 113,79%, while the plasterwork is 23,45%, 13,06%, and 90,91%. Measurements using the work sampling method are more suitable for construction projects compared to the stop-watch time study method because it counts the time intervals between work cycles.

Kata Kunci : Work sampling, jam henti, pasangan bata ringan, plesteran, koefisien tenaga kerja

  1. S1-2019-385722-abstract..pdf  
  2. S1-2019-385722-bibliography.pdf  
  3. S1-2019-385722-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-385722-title.pdf