Kontribusi Hutan Rakyat Terhadap Pendapatan Masyarakat Di Desa Karangasem, Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunungkidul
IRFAN ARDIANTO, Dr. Silvi Nur Oktalina, S. Hut., M. Sc
2019 | Tugas Akhir | D3 PENGELOLAAN HUTANHutan rakyat memiliki manfaat langsung sebagai tumpuan perekonomian masyarakat sekitar hutan. Gunungkidul merupakan salah satu kabupaten yang memiliki potensi hutan rakyat yang cukup besar. Karakteristik pengelolaan hutan rakyat yang masih sederhana membuat keputusan pemanfaatan hasil didasarkan pada kebutuhan keluarga atau secara umum disebut tebang butuh. Penelitian ini dilakukan di desa Karangasem, Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Pada penelitian ini menggunakan metode survei dengan pengambilan sampel secara acak. Pada penelitian ini dilakukan pengambilan data mengenai besaran kontribusi yang dihasilkan oleh lahan hutan yang meliputi hasil tanaman pertanian/semusim, tanaman perkebunan, tanaman obat, dan hasil kayu serta dibandingkan dengan pendapatan non lahan yang meliputi jasa dan lainnya dan juga peternakan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kontribusi hutan rakyat terhadap pendapatan sebesar 19,20% atau sebesar Rp12.073.568 dan kontribusi non lahan sebesar 80,80% atau sebesar Rp50.795.037. Hasil ini menunjukkan bahwa kontribusi yang berasal dari lahan hutan rakyat kurang signifikan. Jika mengandalkan hasil lahan maka masyarakat desa Karangasem ini berada di bawah Garis Kemiskinan dengan pendapatan per kapita per bulan sebesar Rp335.377.
The private forests have direct benefits, for community surrounding forest livelihood is the economic of the community around the forest. Gunungkidul is one of the districts that have a large potential of the private forest. The basic management of private forest on forest product utilization based on family need that called Tebang Butuh. This research was conducted in Karangasem village, Ponjong Subdistrict, Gunungkidul Regency, Yogyakarta. The method of the research was survey with random sampling. Data was collected on the contribution level generated that by forest land which includes agricultural/seasonal crops, plantation crops, herbs plants, and timber products and compared with non-land income which includes services and others as well as livestock. The results of this research indicate that the contribution of private forests to income amounted to 19,20% or amounting to Rp12.073.568 and non-land contributions is 80,80% or Rp50.795.037. These results indicate that the contribution from private forest land is not significant. If relying on land yields, the people of Karangasem village are below the Poverty Line with per capita income per month of Rp335.377.
Kata Kunci : Hutan Rakyat, Karangasem, Kontribusi Hutan Rakyat, Pendapatan Masyarakat